PALANGKA RAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir di Kalimantan Tengah (Kalteng) agar berhati-hati saat beraktivitas di laut menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Priti, mengatakan tinggi gelombang di wilayah Perairan Selatan Kalteng diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah.
“Dihimbau kepada masyarakat pesisir agar berhati-hati ketika beraktivitas di laut. Waspada adanya pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus),” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Ika, pertumbuhan awan Cumulonimbus berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat terjadi di sejumlah wilayah Kalteng.
“Waspada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di wilayah Kalteng,” katanya.
Selain itu, hujan lokal berdurasi singkat juga berpotensi disertai petir, angin kencang, hingga puting beliung.
“Waspada potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung di wilayah Kalteng,” ujarnya.
BMKG turut mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” katanya.
Ika menambahkan, kondisi cuaca di Kalteng umumnya berawan hingga hujan ringan. Namun, sejumlah daerah berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Suhu udara berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius. Kelembapan udara berkisar antara 60 hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 20 kilometer per jam,” ujarnya.
Menurut BMKG, hujan sedang hingga lebat yang disertai petir atau kilat dan angin kencang berpotensi terjadi pada 9-11 Juni 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, dan Murung Raya.
Cuaca serupa juga diprakirakan terjadi di Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.
Sementara pada 12-15 Juni 2026, potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Palangka Raya.
(Sya'ban)












