PALANGKA RAYA – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Hasan Basri, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran proses kepulangan Kelompok Terbang (Kloter) 4 BDJ.
Kloter ini merupakan rombongan jemaah haji perdana asal Bumi Tambun Bungai yang tiba di tanah air melalui Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru.
“Alhamdulillah, puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, proses pemulangan dan kedatangan jemaah haji Kloter 4 BDJ berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Ini adalah momen yang sangat mengharukan sekaligus membahagiakan bagi kita semua, karena Kloter 4 BDJ merupakan kloter pertama dari jemaah asal Kalimantan Tengah yang menjejakkan kaki kembali di tanah air,” ucap Hasan Basri di sela-sela penyambutan, Selasa dini hari 9 Juni 2026.
Seluruh tahapan pemulangan mulai dari pendaratan pesawat, pemeriksaan kesehatan, imigrasi, hingga penerimaan di debarkasi terlaksana sesuai rencana berkat koordinasi dan kerja sama yang solid dari seluruh pihak terkait.
“Mengenai kondisi kesehatan dan manifest jemaah, Hasan Basri merincikan bahwa Kloter 4 BDJ melingkupi jemaah yang berasal dari Kabupaten Kapuas, Murung Raya, Katingan, Barito Timur, dan Kota Banjarmasin,” tambahnya.
Dari total manifes awal keberangkatan sebanyak 360 orang, jemaah yang kembali dan tiba di tanah air berjumlah 358 orang. Secara umum, sebagian besar jemaah berada dalam kondisi sehat walafiat meskipun mengalami kelelahan fisik pasca-perjalanan jauh.
“Dapat kami sampaikan pula bahwa selisih jumlah tersebut dikarenakan terdapat 2 orang jemaah asal Kabupaten Kapuas yang saat ini masih harus menjalani perawatan medis secara intensif di rumah sakit di Arab Saudi. Kita doakan bersama, semoga saudara-saudara kita yang sedang sakit di sana segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT, sehingga bisa secepatnya dipulangkan ke tanah air untuk berkumpul kembali dengan keluarga,” lanjutnya.
Dalam hal ini juga mengimbau bagi seluruh jemaah yang baru saja menyelesaikan rangkaian ibadah rukun Islam kelima tersebut. Esensi sejati dari ibadah haji justru baru dimulai ketika jemaah kembali berinteraksi di lingkungan sosial masing-masing.
“Predikat haji mabrur itu tidak hanya tercermin dari pakaian atau gelar, melainkan dari perubahan perilaku, meningkatnya kepedulian sosial, serta kualitas ibadah yang semakin baik setelah pulang dari tanah suci,” tuturnya.
Selain itu berharap sekembalinya dari tanah suci, para jemaah mampu menjadi agen perubahan, teladan yang baik, serta membawa dampak positif berupa kedamaian di lingkungan tempat tinggalnya.
“Saya mengimbau agar para jemaah dapat menjadi teladan, membawa kedamaian, dan menjadi motor penggerak kebaikan di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Tetap jaga silaturahmi antar-jemaah dan teruslah istikamah dalam menjaga nilai-nilai kesucian ibadah yang telah diraih selama berada di Makkah dan Madinah,” ungkapnya. (yud)












