PALANGKA RAYA – Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax di Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami kenaikan dari Rp 12.600 per liter menjadi Rp 16.650 per liter.
Meski demikian, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, meminta masyarakat tidak khawatir akan kembali terjadinya antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) seperti yang sempat terjadi pada awal Mei 2026.
Fairid mengatakan Pemerintah Kota Palangka Raya telah berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Sudah berkoordinasi kita dengan pihak Pertamina,” ujarnya saat ditemui di Pasar Datah Banuah, Kota Palangka Raya, Sabtu malam, 13 Juni 2026.
Menurut Fairid, kewenangan untuk menjamin ketersediaan BBM berada di pihak Pertamina. Sementara pemerintah daerah memastikan kuota yang dialokasikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Palangka Raya.
“Kalau menjaminkan itu ranahnya Pertamina. Kami hanya memastikan kuota sesuai dengan kebutuhan yang sudah tercatat untuk Palangka Raya,” katanya.
Terkait kemungkinan penambahan kuota dalam satuan kiloliter (KL) di setiap SPBU, Fairid menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Pertamina.
“Kalau menambah KL, keputusan tetap dari Pertamina,” ujarnya.
Namun demikian, ia menilai hal yang paling penting adalah memastikan distribusi BBM berjalan lancar sehingga pasokan dapat diterima masyarakat tanpa hambatan.
“Seperti awal, yang paling penting kebutuhan kita terpenuhi dan distribusi berjalan lancar serta sesuai jatahnya untuk Palangka Raya,” tuturnya.
Fairid menegaskan kuota BBM untuk Palangka Raya sejauh ini tidak menjadi persoalan selama distribusi berjalan dengan baik.
“Untuk jatah tidak menjadi permasalahan. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana distribusi tetap lancar. Selama distribusi lancar, Insya Allah tidak ada masalah,” pungkasnya.
Sementara itu, Sales Area Manager Retail Pertamina Kalimantan Tengah, Donny Prasetya, mengatakan lonjakan konsumsi paling tinggi terjadi pada BBM jenis Pertamax.
Menurut dia, tingginya konsumsi Pertamax menunjukkan minat masyarakat terhadap BBM berkualitas masih cukup tinggi.
“Kami lihat animo masyarakat Kalteng, khususnya Palangka Raya, sangat membutuhkan bahan bakar berkualitas seperti Pertamax,” katanya saat jumpa pers di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat, 8 Mei 2026.
Berdasarkan pantauan Berita Sampit pada Senin, 15 Juni 2026, kondisi antrean di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya masih terpantau normal.
Di SPBU Jalan Yos Sudarso, Jalan G. Obos, dan Jalan Imam Bonjol, antrean kendaraan tidak terlihat mengular seperti yang terjadi pada awal Mei lalu.
Jumlah kendaraan roda dua yang mengisi Pertamax hanya sekitar lima unit di masing-masing SPBU, sementara antrean Pertalite berkisar belasan kendaraan.
(Sya'ban)












