Pelaku Usaha Keluhkan Pemadaman Listrik Bergilir di Sampit, Ekonomi Ikut Terdampak

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi dampak pemadaman listrik di sektor usaha dan UMKM.

SAMPIT – Warga di Sampit, Kabupaten (Kotim) mengeluhkan masih sering terjadinya pemadaman listrik bergilir dalam beberapa hari terakhir. Selain dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari, jadwal pemadaman yang terjadi di lapangan juga disebut tidak selalu sesuai dengan informasi yang diumumkan sebelumnya.

Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami kerugian akibat kondisi tersebut. Usaha yang bergantung pada pasokan listrik seperti percetakan, fotokopi, sablon, bengkel las, laundry, penjualan makanan yang menggunakan penyimpanan dalam kulkas dan freezer menjadi yang paling terdampak.

Salah seorang pemilik usaha percetakan dan fotokopi di Jalan Tjilik Riwut Sampit Jain mengaku pekerjaannya kerap terhenti saat listrik tiba-tiba padam.

“Kalau listrik mati begini kami tidak bisa kerja. Percetakan dan fotokopi semuanya pakai listrik. Apalagi kadang jadwal padamnya tidak sesuai dengan yang diumumkan, jadi kami juga sulit mengatur pekerjaan,” keluhnya, Selasa 30 Juni 2026.

Keluhan serupa disampaikan pelaku usaha sablon di kawasan yang sama. Menurutnya, proses pembuatan desain hingga produksi pakaian tidak bisa dilakukan ketika aliran listrik terputus.

“Kalau sering mati lampu kami tidak bisa mengerjakan desain baju maupun proses produksi. Akhirnya pekerjaan tertunda dan pelanggan juga harus menunggu lebih lama,” ujar Edo.

Salah satu pemilik usaha makanan bernama Barlian di Baamang juga mengeluh karena ia menyimpan jualan di kulkas maupun freezer, sebagian makanan rusak karena mencair.

“Ada yang mencair sehingga cepat rusak dan tentunya mengalami kerugian, saya yakin ini juga terjadi pedagang lainnya,” ungkap Berlian.

Tak hanya pelaku usaha, warga juga mengaku terganggu karena penggunaan alat elektronik di rumah menjadi terbatas. Pendingin ruangan (AC), kipas angin, kulkas, hingga aktivitas belajar dan bekerja dari rumah ikut terdampak setiap kali listrik padam.

Masyarakat berharap kondisi tersebut segera kembali normal sehingga aktivitas ekonomi dan pelayanan kepada pelanggan tidak terus terganggu.

“Harapan kami listrik segera normal dan tidak sering padam lagi. Kalau seperti ini usaha juga ikut terganggu,” ungkap seorang warga, Agus.

Sementara itu, berdasarkan pengumuman di media sosial PLN ULP Sampit menjelaskan bahwa pemadaman sementara dilakukan akibat adanya gangguan teknis pada salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Kalimantan yang berdampak terhadap pasokan daya sistem interkoneksi, pengaturan operasi kelistrikan dilakukan untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem.

PLN menyebut penghentian sementara pasokan listrik dilakukan secara terbatas di sejumlah wilayah.

Seluruh sumber daya terus dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak kepada pelanggan.

“PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan,” demikian pernyataan Manager PLN ULP Sampit, Raditya Fahmi Bachtiar. (Nardi)



baca juga ...  Minibus Meledak di Sampit, Angkut Jeriken BBM untuk Pertamini
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!