Kenaikan Harga Pangan dan Transportasi Picu Inflasi Kalteng Juni 2026

SYAHYUDI/BERITASAMPIT - Plt. Kepala BPS Provinsi , Maria Wahyu Utami, menyampaikan rilis resmi perkembangan inflasi dan Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Juni 2026 di Kantor BPS Kalteng.

– Plt. Kepala BPS Provinsi , Maria Wahyu Utami merilis perkembangan harga berbagai komoditas pada Juni 2026 di secara umum menunjukkan adanya peningkatan dibanding bulan yang sama tahun 2025.

“Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi di 4 kabupaten/kota, pada Juni 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,47 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,79 pada Juni 2025 menjadi 112,61 pada Juni 2026. Sementara secara m-to-m dan y-to-d masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,23 persen dan 2,39 persen,”ucapnya saat preslist di kantor BPS Kalteng Rabu, 1 Juli 2026.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,11 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,97 persen.

“Selanjutnya kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,18 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,21 persen, kelompok sebesar 1,65 persen, kelompok transportasi sebesar 6,15 persen,” tambahnya.

Kemudian untuk kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,30 persen, kelompok rekreasi, , dan budaya sebesar 1,25 persen, kelompok pendidikan sebesar 3,05 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,01 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,25 persen.

“Pada Juni 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi y-on-y, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,37 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,30 persen,” lanjutnya.

Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,05 persen, kelompok sebesar 0,04 persen, kelompok transportasi sebesar 0,58 persen, Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen, kelompok rekreasi, , dan budaya sebesar 0,02 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,11 persen.

“Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,33 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,61 persen,” tuturnya.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Juni 2026, antara lain beras, emas perhiasan, bensin, ikan nila, minyak goreng, ikan patin, sigaret kretek mesin, bahan bakar rumah tangga, solar, angkutan udara, cabai rawit, ikan gabus, kopi bubuk, nasi dengan lauk, ikan bakar, pelumas/oli mesin, sigaret kretek tangan, ikan saluang, telur ayam ras, dan air kemasan.

“Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y, antara lain: daging ayam ras, sabun detergen bubuk, terong, rampela hati ayam, cumi-cumi, popok bayi sekali pakai/diapers, kunyit, kelapa, buah naga, sabun mandi cair, dan daging babi,” urainya.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m pada Juni 2026, antara lain bensin, bawang merah, minyak goreng, ikan patin, pelumas/oli mesin, bawang putih, wortel, kue basah, beras, kue kering berminyak, air kemasan, cabai merah, bahan bakar rumah tangga, ikan tongkol, ikan bawal, telepon seluler, dan ikan kapar.

“Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m, antara lain: daging ayam ras, ikan gabus, solar, ketimun, ikan nila, kacang panjang, biskuit, udang basah, ikan peda, telur ayam ras, semangka, dan emas perhiasan,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  Gubernur Agustiar Sabran Tekankan Pentingnya Lingkungan dan Keteladanan dalam Pembinaan Generasi Muda
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!