PALANGKA RAYA – Jasad Bripda Novandri Ramadhana, salah satu dari dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang dilaporkan hilang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban ditemukan mengapung di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, kawasan Desa Tumbang Lahang, pada Sabtu, 4 Juli 2 Juli 2026. Jarak penemuan tersebut mencapai 36,4 km dari titik awal kejadian di Desa Tumbang Kalemei.
​Bripda Novandri sebelumnya dilaporkan hilang bersama rekannya pascapenggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Kamis, 2 Juli 2026. Sementara itu, satu anggota polisi lainnya, Aiptu Sumariyanto, hingga saat ini masih dalam proses pencarian intensif.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana, menjelaskan bahwa penemuan korban terjadi pada hari ketiga operasi SAR sekitar pukul 15.55 WIB.
“Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban setelah menerima informasi dari masyarakat bahwa melihat jasad yang tersangkut kayu di DAS Katingan Desa Tumbang Lahang berjarak sekitar 36,4 km dari lokasi awal. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara,” ungkap Alit.
Pada hari ketiga operasi, Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian secara masif. Tidak hanya menyisir jalur air, operasi ini juga melibatkan pemantauan udara dengan mengerahkan Helikopter Bell-429 P3201 milik Polri serta penggunaan drone thermal.
“Setelah penemuan korban pertama, tim langsung melanjutkan penyisiran untuk mencari Aiptu Sumariyanto. Semoga dapat segera ditemukan” tambahnya.
Insiden tragis ini bermula saat penggerebekan narkobaba di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis 2 Juli 2026 lalu. Dimana pada saat penangkapan Target Operasi (TO) berinisial BIO yang merupakan residivis tersebut berujung bentrok aparat dengan keluarga terduga pelaku.
Peristiwa tersebut mengakibatkan Aipda Yudhie Perdana Putra tewas dibacok dan Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto hilang menceburkan diri ke sungai akibat menyelamatkan diri karena situasi tak kondusif. Pasalnya saat penangkapan BIO, keluarga terduga pelaku dan warga melawan anggota dengan senjata tajam hingga senjata api rakitan.
Sementara itu satu dari keluarga terduga bandar narkoba berinisial T diberikan tembakan terukur karena mencoba melawan aparat.
Di sisi lain, upaya pengejaran terhadap pelaku kekerasan terhadap aparat kepolisian mulai membuahkan hasil.
Tim gabungan Polda Kalteng berhasil menangkap seorang pria berinisial S alias A yang diduga kuat terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan tersebut. Terduga pelaku ditangkap tanpa perlawanan di diatas perahu lanting sedot emas di Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah, pada Jumat, 3 Juli 2026.
​(Syauqi)












