PALANGKA RAYA – Rekan satu angkatan Letting 2000 memberikan penghormatan terakhir kepada Ipda Anumerta Sumariyanto saat jenazah diberangkatkan dari RS Bhayangkara Palangka Raya menuju rumah duka di Kabupaten Katingan, Minggu, 5 Juli 2026.
Pantauan Berita Sampit, jenazah Ipda Anumerta Sumariyanto keluar dari ruang autopsi sekitar pukul 18.25 WIB. Tiga menit kemudian, jenazah dimasukkan ke dalam ambulans untuk diberangkatkan ke Kabupaten Katingan.
Sekitar pukul 18.30 WIB, rekan-rekan satu angkatan telah berbaris di pintu keluar RS Bhayangkara. Saat ambulans mulai bergerak meninggalkan lokasi, mereka serentak mengangkat tangan memberi hormat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.
Rekan satu angkatan Letting 2000, AKP Miftah Khoiri, mengatakan Sumariyanto merupakan sosok yang tegas, mudah bergaul, serta memiliki hubungan baik dengan rekan kerja maupun masyarakat.
“Beliau orangnya tegas. Saat bersama teman-teman juga akrab, dan bergaul dengan masyarakat pun sangat baik,” ujarnya.
Menurut Miftah, almarhum juga dikenal kompak dalam menjalankan tugas maupun berbagai kegiatan bersama.
“Kalau ada kegiatan, termasuk gotong royong, beliau selalu bersama kami. Karena itu kami benar-benar merasa kehilangan,” katanya.
Ia mengaku telah mengenal Sumariyanto sejak menjalani pendidikan kepolisian sebagai Letting 2000. Sejak saat itu, almarhum dikenal sebagai sosok yang rajin dan bertanggung jawab.
“Sejak pendidikan beliau memang rajin menjalankan tugas dan pandai bergaul dengan masyarakat,” tuturnya.
Miftah mengaku kabar gugurnya Sumariyanto menjadi pukulan bagi rekan-rekan satu angkatan.
“Kami sangat kehilangan. Beliau sosok yang akrab, saling menghormati sesama teman, sehingga kabar ini sangat mengejutkan bagi kami,” pungkasnya.
Prosesi pemberangkatan jenazah turut dihadiri Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Tengah, Maya Iwan Kurniawan, serta sejumlah pejabat utama Polda Kalteng.
Setelah seluruh proses selesai, rombongan mengantar jenazah menuju rumah duka di Kabupaten Katingan.
Sebelumnya, Ipda Anumerta Sumariyanto dilaporkan hilang saat operasi penangkapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kelemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis dini hari, 2 Juli 2026.
Dalam operasi tersebut, Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra gugur setelah dibacok saat mengamankan terduga bandar narkoba berinisial BIO.
Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana yang juga sempat dinyatakan hilang ditemukan meninggal dunia pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Sehari kemudian, Ipda Anumerta Sumariyanto ditemukan meninggal dunia di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, Desa Rantau Asem.
Jenazahnya kemudian diautopsi di RS Bhayangkara Palangka Raya sebelum dipulangkan ke Kabupaten Katingan untuk dimakamkan.
Hingga kini, polisi telah mengamankan dua terduga pelaku berinisial S alias A dan R. Sementara itu, aparat masih memburu BIO, terduga bandar narkoba yang melarikan diri saat operasi berlangsung.
(Sya'ban)












