SAMPIT – Warga Gang Reformasi, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengeluhkan serangan ulat bulu yang terjadi sejak hampir 10 hari terakhir. Hama tersebut tidak hanya memenuhi halaman dan jalan gang, tetapi juga masuk ke dalam rumah, dapur hingga ke tempat tidur warga.
Salah seorang warga, Nor Hidayati mengatakan jumlah ulat bulu semakin banyak setiap hari sehingga sangat mengganggu aktivitas keluarga.
“Masuk rumah tidak bisa tenang karena ulatnya juga masuk sampai ke ranjang. Mau tidur pun susah,” ujarnya, Kamis 9 Juli 2026.
Nor Hidayati bahkan memperlihatkan sebuah bak penampungan air yang dipenuhi ulat bulu. Menurutnya, ulat-ulat tersebut juga ditemukan di dinding luar rumah, dinding bagian dalam, hingga lantai rumah.
Akibatnya, warga merasa jijik saat makan dan kesulitan beristirahat pada malam hari. Bulu ulat yang beterbangan tertiup angin juga menyebabkan rasa gatal ketika mengenai kulit.
“Kalau malam saat tidur, tiba-tiba ulat sudah ada di baju atau di tempat tidur. Bulunya kalau kena kulit langsung gatal,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Jamilah. Ia mengaku baru pertama kali mengalami kejadian seperti ini meski musim kemarau kerap terjadi setiap tahun.
Menurut warga, serangan ulat bulu hanya terjadi di sekitar empat hingga lima rumah yang berada di dekat sebuah kebun. Sementara rumah-rumah di gang sebelah maupun bagian lain Gang Reformasi tidak terdampak.
“Waktu itu kami menduga dari kebun salah satu warga, kami suruh untuk membersihkan. Rumputnya kemudian ditebas, tetapi justru ulatnya semakin banyak. Kami juga tidak tahu penyebabnya,” ujar Nor Hidayati.
Meski belum ada warga yang sampai mengungsi, mereka berharap instansi terkait segera turun tangan untuk mengatasi wabah tersebut agar tidak semakin meluas.
“Kami berharap instansi terkait bisa membantu memusnahkan ulat bulu ini. Kami juga sudah menghubungi Damkar melalui keluarga yang bekerja di sana, semoga segera ditindaklanjuti,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotawaringin Timur, A Taufik, menyatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan yang disampaikan warga terkait gangguan wabah ulat bulu tersebut.
“Baik, nanti akan sambil kami cek dengan Platon,” ujarnya. (Nardi)












