Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Digelar, Pemkab Tekankan Peran Aktif Masyarakat

IST/BERITA SAMPIT - Wakil Bupati , Efrensia L P Umbing ketika memberikan sambutan.

KUALA KURUN menegaskan komitmennya dalam memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Wakil Bupati , Efrensia L.P. Umbing, menyampaikan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan persoalan serius yang harus menjadi perhatian bersama. Kekerasan tersebut dapat berbentuk tindakan yang menimbulkan penderitaan fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran.

“Masih banyak kasus yang tidak terungkap karena korban enggan melapor. Fenomena gunung es, stigma terhadap korban, serta belum meratanya layanan pemulihan menjadi tantangan nyata yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya, Jumat 26 Juni 2026.

Disebutkannya, berdasarkan survei pengalaman hidup perempuan yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), satu dari empat perempuan berusia 15 hingga 64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual.

Selain itu, data Komisi Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menunjukkan masih tingginya kasus kekerasan berbasis gender terhadap perempuan di Indonesia.

“Angka ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan masih sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Dia menegaskan, perlindungan terhadap perempuan dan anak tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, lembaga adat, organisasi masyarakat, hingga masyarakat luas.

“Kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam menciptakan ekosistem perlindungan yang kuat dan menyeluruh. Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan harus menjadi gerakan bersama,” katanya.

Ia berharap melalui kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan kekerasan serta memiliki keberanian untuk melapor apabila menemukan kasus di lingkungan sekitar.

“Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami langkah-langkah pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jadilah pelopor dan pelapor, sehingga kita dapat bersama-sama menciptakan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten , dr. Rina Sari mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta risiko perkawinan usia anak.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya kekerasan terhadap perempuan dan anak, sekaligus mendorong partisipasi aktif berbagai pihak untuk melakukan pencegahan serta merespons setiap kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar,” tutupnya. (Ale)

baca juga ...  PMI dan GOW Gunung Mas Tebarkan Kebaikan Lewat Baksos, Pasar Murah, dan Aksi Lingkungan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!