KUALA PEMBUANG – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus meringankan beban masyarakat kembali dibuktikan melalui peluncuran program pembagian seragam sekolah gratis bagi seluruh siswa baru jenjang SD dan SMP Negeri di Kabupaten Seruyan. Program ini menjadi salah satu prioritas Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, sebagai bentuk investasi untuk mencetak generasi penerus yang berkualitas.
Peluncuran program ditandai dengan penyerahan simbolis paket seragam sekolah oleh Bupati Ahmad Selanorwanda didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Seruyan, Welduline Ahmad Selanorwanda, kepada siswa di SMPN 1 Kuala Pembuang I dan SDN Kuala Pembuang I, Kecamatan Seruyan Hilir, Jumat 17 Juli 2026. Di SMPN 1 Kuala Pembuang I, sebanyak 122 siswa menerima bantuan, sedangkan di SDN Kuala Pembuang I diberikan kepada 42 siswa baru.
Setiap paket bantuan terdiri atas tujuh perlengkapan sekolah, yakni baju, celana, sepatu, dasi, topi, sabuk, dan tas. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi seluruh peserta didik baru di 131 SD Negeri dan 49 SMP Negeri yang tersebar di 10 kecamatan, 97 desa, dan tiga kelurahan di Kabupaten Seruyan.
Bupati Ahmad Selanorwanda menegaskan bahwa pendidikan merupakan pelayanan dasar yang menjadi kewajiban pemerintah sekaligus hak setiap anak. Menurutnya, program seragam gratis tidak hanya bertujuan membantu meringankan beban ekonomi orang tua, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk mengawali pendidikan dengan rasa percaya diri.

“Bidang pendidikan sangat penting karena di sinilah kita mencetak generasi muda yang kelak akan melanjutkan estafet kepemimpinan di berbagai sektor. Program ini akan terus dijalankan, disertai peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, penguatan kegiatan kepramukaan, olahraga, hingga pembinaan prestasi agar anak-anak memiliki aktivitas positif dan terhindar dari pergaulan yang tidak diinginkan,” ujar Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Seruyan, Welduline Ahmad Selanorwanda, menjelaskan program tersebut lahir dari banyaknya aspirasi masyarakat terkait tingginya biaya perlengkapan sekolah. Bahkan, masih ditemukan siswa yang enggan melanjutkan pendidikan karena malu mengenakan seragam lama yang sudah lusuh. Berangkat dari kondisi tersebut, Pemkab Seruyan memperluas cakupan bantuan yang sebelumnya hanya menyasar ratusan siswa menjadi ribuan penerima di seluruh wilayah.
“Ini merupakan langkah strategis untuk membantu masyarakat sekaligus menekan angka putus sekolah. Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak yang gagal bersekolah hanya karena orang tuanya tidak mampu membeli seragam atau harus berutang untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Welduline.
Ia menambahkan, khusus Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur terdapat 39 sekolah negeri dengan jumlah peserta didik baru mencapai sekitar 455 siswa SMP dan 599 siswa SD. Hingga pertengahan Juli, Disdik Seruyan telah menerima data dari 89 sekolah dengan total 1.580 calon penerima bantuan, sementara 42 sekolah lainnya masih dalam proses pendataan. Untuk jenjang SD, Disdik telah menyiapkan 2.075 pasang seragam yang akan disalurkan secara bertahap hingga seluruh siswa baru di Kabupaten Seruyan menerima bantuan tersebut. Program ini juga dinilai tepat waktu karena bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sehingga para siswa dapat langsung mengenakan perlengkapan baru saat memulai tahun ajaran.
(ASY)












