Kapolda Kalteng Beberkan Kronologi Tewasnya 3 Anggota Polres saat Gerebek Narkoba di Tumbang Kalemei

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan saat memimpin konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan tiga aggota Satresnarkoba Polres di Mapolda Kalteng.

– Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) (Kalteng), Irjen Pol Iwan Kurniawan, membeberkan kronologi lengkap tewasnya tiga anggota Satresnarkoba Polres saat mengungkap kasus peredaran narkoba di Tumbang Kalemei, Kecamatan Tengah, Kabupaten pada Kamis, 2 Juli 2026 lalu.

Ketiga anggota yang gugur tersebut adalah Ipda Anumerta Sumariyanto, Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra, dan Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana.

ini terjadi saat kegiatan penegakan yang dilakukan Satresnarkoba Polres . Dari kegiatan tersebut, tiga anggota kami gugur dalam melaksanakan tugas,” kata Iwan saat konferensi pers di Mapolda Kalteng, Kamis, 23 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diterima Satresnarkoba Polres pada Maret 2026 mengenai dugaan peredaran narkoba di Tumbang Kalemei. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga diketahui pelaku utama merupakan seorang pria berinisial Bio.

“Anggota melakukan penyelidikan, kemudian hasilnya mengarah kepada saudara B (Bio). Dari situ dilakukan pendalaman lagi dengan mapping lokasi dan undercover buy sehingga informasi yang kami peroleh semakin kuat,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi kembali memperoleh informasi pada 1 Juli 2026 bahwa akan terjadi transaksi sabu seberat satu kilogram. Sebanyak 12 personel kemudian diterjunkan untuk melakukan penindakan setelah menerima arahan mengenai cara bertindak (CB) di lapangan.

Saat tiba di lokasi, sembilan personel bergerak menuju rumah tersangka. Sementara itu, tiga personel lainnya, termasuk dua polisi wanita (polwan), bersiaga sekitar 500 meter dari lokasi untuk membantu apabila diperlukan.

“Pada saat penggeledahan di rumah saudara B anggota menemukan dua paket sabu. Situasi awalnya dalam keadaan landai (aman) dan tidak ada permasalahan,” jelasnya.
Namun, situasi berubah mencekam ketika seorang perempuan yang berada di lokasi berteriak “perampok”. Teriakan itu memancing sejumlah orang mendatangi rumah tersangka dengan membawa parang serta senapan angin, lalu menyerang petugas.

“Tiba-tiba terdengar teriakan ‘perampok-perampok'. Kemudian datang beberapa orang yang kami ketahui merupakan pelaku ataupun kerabat saudara B dengan membawa parang dan senapan angin, lalu terjadilah penyerangan terhadap anggota kami,” ungkap Iwan.

Menurutnya, anggota sempat melepaskan tembakan peringatan. Namun, serangan tidak kunjung berhenti sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap salah seorang kerabat Bio berinisial T, sebelum akhirnya diperintahkan mundur demi menyelamatkan diri.

“Karena situasi semakin tidak kondusif, Kasat Narkoba memerintahkan seluruh anggota mundur. Tetapi untuk Kasat Narkoba, dia terjun dan terperosok, dan sampai pagi dia bersembunyi di dekat pinggir sungai tersebut.

Sementara anggota yang 8 terus terjun dan dia berenang sampai kurang lebih 400 meter, akhirnya ke pinggir lagi, ada sebuah pulau kecil dan mereka beristirahat di situ,” ucapnya.

Dalam upaya penyelamatan itu, para pelaku diduga terus melakukan pengejaran dan penembakan menggunakan senapan dum-dum. Akibatnya, tiga anggota Polres gugur saat menjalankan tugas.

“Setelah kita lakukan penyelidikan ternyata pelaku-pelaku terus melakukan pengejaran dan juga melakukan penembakan dengan senapan yang dikenal dengan istilah senjata senapan dum-dum,” lanjutnya.

Dalam situasi tersebut, menurut Kapolda, beberapa anggota mulai terpisah hingga keesokan paginya Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra ditemukan meninggal dunia. Sementara itu, Ipda Anumerta Sumariyanto dan Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan di aliran sungai dalam kondisi tak bernyawa.

(Syauqi)

baca juga ...  Zulkifli Hasan Disambut Adat Dayak Saat Tiba di Kalteng: Hadiri Apel dan Rapat Desa
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!