Pawai Pembangunan Kotim Dijadwalkan 22 Agustus Memperingatan HUT ke-81 RI

NARDI/BERITASAMPIT - Ketua Panitia Peringatan HUT RI Kotim dr Yulia Nofiany.

SAMPIT – Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia Kabupaten Timur (Kotim), dr. Yulia Nofiany, memaparkan usulan rangkaian kegiatan peringatan HUT RI yang akan berlangsung selama sembilan hari, mulai 14 hingga 22 Agustus 2026.

Rancangan kegiatan tersebut disampaikan dalam agenda coffee morning bersama Bupati Kotim dan Forkopimda, Senin 3 Agustus 2026. Panitia menyusun sejumlah agenda utama yang mencakup persiapan upacara, kegiatan kenegaraan, hingga pawai pembangunan yang dijadwalkan Sabtu 22 Agustus 2026.

“Panitia telah menyusun usulan rencana kegiatan HUT RI ke-81 selama sembilan hari, mulai 14 sampai 22 Agustus 2026,” ujar dr. Yulia

Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat, 14 Agustus 2026, dengan gladi kotor upacara detik-detik proklamasi dan penurunan bendera. Selanjutnya pada Sabtu, 15 Agustus, dijadwalkan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden sekaligus gladi resik upacara.

Pada 16 Agustus, akan dilaksanakan pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Sementara Minggu malam digelar apel kehormatan dan renungan suci sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.

Puncak peringatan berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026, melalui upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Setelah itu dilanjutkan silaturahmi kebangsaan pada siang hari dan upacara penurunan bendera pada sore harinya.

Setelah jeda beberapa hari, rangkaian peringatan akan ditutup dengan Pawai Pembangunan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 22 Agustus 2026.

Dalam persiapan kegiatan, panitia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi, khususnya dengan Satuan Lalu Lintas Polres Kotim terkait pengamanan dan rekayasa arus lalu lintas saat pelaksanaan upacara maupun pawai pembangunan.

Selain itu, panitia memastikan kesiapan Paskibraka yang telah menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan.

“Paskibraka telah melaksanakan pemusatan pelatihan dan saat ini siap 100 persen,” kata dr. Yulia.

Panitia juga mengusulkan adanya kegiatan pemberdayaan ekonomi lokal pada 20 hingga 21 Agustus 2026. Namun, agenda tersebut masih dalam tahap pembahasan sebelum ditetapkan secara final.

Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor mengajak seluruh masyarakat ikut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengibarkan Bendera Merah Putih di lingkungan masing-masing serta memperkuat semangat nasionalisme.

Menurut Halikinnor, efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi makna peringatan HUT RI, karena momen tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan bentuk nasionalisme.

“Kita memperingati HUT RI bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai bentuk penghargaan dan rasa syukur kepada para pejuang yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” tegas Halikinnor.

Ia juga menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama TNI dan Polri untuk melakukan pemantauan terhadap pertokoan maupun lingkungan yang belum memasang Bendera Merah Putih dan umbul-umbul selama bulan kemerdekaan.

Selain itu, Halikinnor menekankan pentingnya menanamkan kembali rasa cinta tanah air kepada generasi muda melalui pengenalan lagu-lagu perjuangan serta nilai-nilai kebangsaan.

Dalam pelaksanaan upacara HUT RI ke-81 tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kotim juga memberikan kepercayaan lebih besar kepada kaum perempuan untuk mengisi struktur kepanitiaan dan menjadi petugas upacara sebagai bentuk dukungan terhadap kesetaraan peran.

Para peserta dan pejabat nantinya direncanakan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah Nusantara sebagai simbol keberagaman yang tetap bersatu dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika. (Nardi)


baca juga ...  Pemkab Kotim Dinilai Lamban Isi Jabatan Definitif Direktur PDAM Sampit
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!