SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak seluruh sekolah melaksanakan Gerakan Aksi Bergizi secara rutin sebagai upaya meningkatkan status gizi remaja sekaligus mencegah anemia dan mendukung percepatan penurunan stunting.
Ajakan tersebut disampaikan dalam pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah Tingkat Kabupaten Kotim Tahun 2026 yang digelar di SMA Negeri 2 Sampit, Rabu 5 Agustus 2026.
Kegiatan mengusung tema “Merdeka Sehat, Merdeka Berprestasi: Bersama Aksi Bergizi Membangun Generasi Hebat” yang dipadukan dengan semangat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Kotim, dr Noorliyana masa remaja merupakan fase penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, baik secara fisik, psikologis maupun sosial.
“Karena itu, remaja tidak hanya perlu memiliki kondisi fisik yang sehat, tetapi juga kesehatan mental yang baik agar mampu belajar, mengendalikan emosi, serta memiliki rasa percaya diri,” ujarnya.
Dinkes juga menyoroti anemia yang masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2024, prevalensi anemia pada balita usia 0-4 tahun mencapai 23,8 persen, sedangkan pada remaja perempuan usia 15-24 tahun sebesar 15,5 persen.
Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap kualitas generasi muda karena dapat menurunkan konsentrasi belajar, menyebabkan mudah lelah, hingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada masa mendatang, termasuk saat memasuki masa kehamilan.
Meski pemerintah telah menjalankan berbagai program seperti edukasi gizi seimbang dan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), angka anemia pada remaja putri masih tergolong tinggi.
Salah satu penyebabnya adalah kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan asam folat serta rendahnya kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah.
Karena itu, Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah dilaksanakan melalui tiga intervensi utama, yakni sarapan dan minum Tablet Tambah Darah bersama setiap minggu di sekolah, edukasi gizi dan aktivitas fisik secara lintas sektor, serta komunikasi perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Program tersebut diintegrasikan dengan Program Sekolah Sehat sebagai upaya membangun lingkungan pendidikan yang mendukung penerapan pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, serta peningkatan kesehatan fisik dan mental peserta didik.
Dinas Kesehatan Kotim juga menilai Gerakan Aksi Bergizi menjadi salah satu strategi meningkatkan kepatuhan remaja putri mengonsumsi Tablet Tambah Darah yang merupakan indikator penting dalam intervensi gizi spesifik untuk percepatan penurunan stunting.
Kegiatan di SMA Negeri 2 Sampit diikuti seluruh murid perempuan untuk pemberian Tablet Tambah Darah. Hadir pula perwakilan organisasi perangkat daerah, organisasi profesi, akademisi, perguruan tinggi, mitra, serta media.
Rangkaian kegiatan meliputi senam bersama, sarapan bergizi dan makan buah bersama, minum Tablet Tambah Darah, deklarasi sekolah bebas anemia, serta edukasi interaktif yang menghadirkan seorang psikolog sebagai narasumber mengenai pentingnya kesehatan mental dan kaitannya dengan pemenuhan gizi seimbang pada remaja.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kotim berharap komitmen sekolah dalam melaksanakan Aksi Bergizi setiap pekan semakin meningkat sehingga upaya pencegahan anemia dan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan. (Nardi)












