PALANGKA RAYA – Sungai Kahayan di kawasan Pelabuhan Rambang yang menyusut memunculkan gosong atau daratan baru. Namun, kondisi itu justru ini perlu menjadi perhatian bagi warga, khususnya anak di bawah umur. Gosong biasanya dimanfaatkan warga untuk memancing dan bermain.
Surutnya permukaan air membuat bagian tertentu sungai terlihat seperti daratan. Kondisi tersebut dikhawatirkan memancing lebih banyak perhatian anak-anak maupun remaja untuk bermain hingga berenang di kawasan yang masih menyimpan bagian sungai dengan kedalaman tidak merata serta arus yang berpotensi membahayakan.
Mengantisipasi hal tersebut, Satpol PP Kota Palangka Raya bersama pihak Kecamatan Pahandut memasang papan imbauan sekaligus larangan di empat titik di sekitar kawasan Pelabuhan Rambang. Langkah itu dilakukan sebagai upaya pencegahan agar masyarakat tidak mengambil risiko di tengah perubahan kondisi Sungai Kahayan.
Kasatpol PP Kota Palangka Raya Berlianto mengatakan, kemunculan daratan akibat penyurutan air tidak bisa dijadikan patokan bahwa kawasan tersebut aman. Sebab, permukaan sungai yang terlihat dangkal belum tentu memiliki kedalaman yang sama di bagian lainnya.
“Jangan karena melihat air surut dan ada daratan yang muncul kemudian menganggap aman untuk berenang. Kondisi kedalaman air tidak merata dan arus sungai tetap harus diwaspadai,” ucapnya, Selasa 11 Agustus 2026.
Peringatan tersebut semakin menjadi perhatian setelah seorang anak warga tenggelam di kawasan Pelabuhan Rambang pada Minggu 9 Agustus 2026 lalu. Korban dilaporkan tenggelam saat bermain bersama sejumlah rekannya.
“Pemerintah Kota melalui Satpol PP meminta masyarakat mematuhi larangan yang telah dipasang. Kepada para orang tua kami imbau unruk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar tepian sungai. Utamakan keselamatan. Jangan sampai kejadian yang sama kembali terulang,” ungkapnya. (yud)












