PALANGKA RAYA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S. Dohong, turut menyoroti musibah kebakaran yang menghanguskan gedung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Biro Ekonomi di kompleks Kantor Gubernur Kalteng pada Rabu, 12 Agustus 2026 dini hari.
Menurut Arton, peremajaan infrastruktur jaringan listrik pada bangunan-bangunan lama di lingkungan pemerintah daerah sudah sangat mendesak demi mencegah kejadian serupa kembali terulang.
“Jadi gedung ini sudah lama, jadi perlu ada perbaikan-perbaikan jaringan listrik. Mungkin kabelnya sudah tua ya, perlu peningkatan kapasitas penggunanaan juga kan,” ujar Arton usai menghadiri kegiatan di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu malam.
“Tentunya dulu kapasitasnya kecil sekarang saking banyaknya peralatan yang menggunakan listrik, tentu bebannya akan semakin besar,” lanjutnya.
Ia pun menyarankan kepada pihak pemerintah daerah agar segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap instalasi listrik pada gedung-gedung pemerintahan yang sudah berusia tua.
“Kita sarankan kepada pemerintah, gedung-gedung yang sudah lama itu agar segera perbaikan tentang instalasi liatriknya,” tambahnya.
Di sisi lain, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran yang langsung meninjau lokasi kebakaran pada Rabu dini mengaku belum mengetahui secara detail penyebab pasti dari kebakaran tersebut. Kendati demikian, ia menilai insiden ini seharusnya bisa diantisipasi.
“Kami kan belum tahu, yang kami lihat ya harusnya diantisipasi dulu ya kan, perkuat pencegahannya,” ujar Agustiar.
Saat berada di lapangan, Agustiar sempat menunjuk salah satu fasilitas hidran di dekat lokasi kebakaran yang ternyata tidak berfungsi saat petugas pemadam berupaya menjinakkan api.
“Ini enggak jalan, hidran ini, saluran airnya, salah satu bukti (kelalaiannya) mungkin itu (hidran tidak jalan), harusnya kan bisa diantisipasi,” ujarnya.
Meski bangunan mengalami kerusakan parah, Agustiar menegaskan bahwa pelayanan publik dari kedua biro tersebut tidak boleh lumpuh. Ia memerintahkan jajarannya untuk segera mencari lokasi kerja sementara agar operasional pemerintahan tetap berjalan normal.
“Ya pastinya pelayanan publik tetap berjalan, masak mereka makan tidur saja?,” tegasnya.
(Syauqi)












