SAMPIT – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama BMKG untuk memicu turunnya hujan di tengah musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Wakil Koordinator Satgas Karhutla Kotim, Rihel, mengatakan pelaksanaan OMC dilakukan dengan penyemaian garam menggunakan pesawat udara pada awan yang memiliki potensi menurunkan hujan.
“Untuk Kotim, sudah dilakukan juga OMC dari Kalimantan Tengah di Palangka Raya. Beberapa hari lalu sudah ada penyemaian garam kurang lebih 1.000 kilogram atau satu ton,” kata Rihel, Jumat 15 Agustus 2026.
Menurutnya, dampak OMC belum secara langsung dirasakan di Kota Sampit. Namun, hujan ringan dikabarkan sempat turun di wilayah Cempaga Hulu.
Ia menjelaskan keberhasilan OMC sangat bergantung pada kondisi awan, arah serta kecepatan angin. Karena itu, penyemaian tidak selalu menghasilkan hujan di lokasi yang ditargetkan.
“Tidak menutup kemungkinan ada kegagalan karena mengacu dengan kecepatan dan arah angin. Potensi hujannya ada, tetapi belum tentu hujan turun di lokasi yang kita harapkan,” jelasnya.
Rihel menyebut pelaksanaan OMC oleh Pemprov Kalteng direncanakan berlangsung hingga 17 Agustus 2026. Setiap penerbangan rata-rata membawa sekitar satu ton garam yang disemai pada awan berpotensi hujan.
Untuk wilayah Kotim, penyemaian juga sempat dilakukan di kawasan Ujung Pandaran. Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan patroli udara untuk memantau titik kebakaran hutan dan lahan sekaligus mencari awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
“Kalau ditemukan potensi awan hujan, dilaporkan. Kalau patrolinya dilakukan sore, maka paginya dilakukan modifikasi cuaca untuk penyemaian garam,” ujarnya.
Rihel menambahkan, upaya tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengurangi dampak kekeringan yang semakin terasa di Kotim. Kondisi sejumlah sumber air dan parit di sekitar Sampit saat ini juga mulai mengalami penyusutan.
“Belum ada informasi bahwa musim kemarau maju atau mundur. Sementara ini sampai September adalah puncaknya. Nanti sekitar minggu pertama atau kedua September akan dirilis kembali apakah maju atau mundur,” pungkasnya. (Nardi)










