SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau dan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Wakil Koordinator Satgas Karhutla Kotim, Rihel, mengatakan rencana tersebut telah dibahas bersama Pemkab Kotim. Pelaksanaannya masih menunggu kesepakatan terkait waktu dan lokasi.
“Terkait rencana itu sudah berunding kemarin. Mudah-mudahan dilaksanakan kalau memang ada kesepakatan,” kata Rihel, Jumat 14 Agustus 2026.
Ia menyebut pelaksanaan Salat Istisqa kemungkinan dilakukan pada akhir pekan. Namun, kepastian waktu maupun tempat masih akan dibahas lebih lanjut.
“Kalau tidak salah rencananya malam Minggu. Nanti kita tunggu, mudah-mudahan dengan doa Istisqa itu hujan bisa turun di wilayah kita,” ujarnya.
Terkait lokasi, Rihel mengatakan masih ada beberapa alternatif yang dipertimbangkan. Salat bisa saja dilaksanakan di lingkungan Rumah Jabatan (Rujab) atau di lapangan.
Menurutnya, jika dilakukan di lapangan, salah satu opsi yang memungkinkan adalah lapangan Pemkab Kotim. Sementara untuk Stadion 29 November Sampit masih dipertimbangkan karena kondisi dan penggunaannya.
Rencana Salat Istisqa ini menjadi salah satu ikhtiar pemerintah di tengah kondisi kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air serta meningkatnya ancaman karhutla dan kekeringan di Kotim.
Selain upaya spiritual tersebut, penanganan karhutla juga terus dilakukan melalui pemadaman darat, water bombing, patroli udara serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu turunnya hujan. (Nardi)










