Polisi Sebut Titik Awal Kebakaran Kantor Biro Kesra Kalteng Berasal dari Dapur Lantai Atas

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Kasubbid Fiskom Bidlabfor Polda Kalsel Kompol Sudarno saat diwawancarai awak media usai olah TKP kebakaran Biro Kesra dan Ekonomi kompleks kantor Gubernur Kalteng.

Kebakaran yang menghanguskan Kantor Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Biro Ekonomi di Kompleks Kantor Gubernur (Kalteng) pada Rabu, 12 Agustus 2026 dini hari, diduga bersumber dari area dapur di lantai atas gedung tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasubbid Fiskom Bidlabfor Polda Kalsel, Kompol Sudarno, berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta keterangan dari para saksi di lapangan.

“Kalau kita sinyalir untuk api memang dari lantai atas. Kalau sebagian keterangan saksi tadi menyebutkan itu di bagian sini, di ruangan dapur,” ujar Sudarno usai olah TKP di Kantor Biro Kesra dan Ekonomi kompleks kantor Gubernur Kalteng, Jumat, 14 Agustus 2026.

Akibat insiden tersebut, hampir seluruh isi bangunan terbakar habis tanpa sisa. Material yang tersisa di lokasi hanya berupa perabotan berbahan besi, seperti lemari besi dan kursi besi, sementara seluruh dokumen penting dipastikan ludes terbakar.

“Hampir 100 persen semua barang terbakar. Kalau yang tersisa cuman yang berupa perabotan berupa lemari besi, kursi-kursi yang dari besi. Dokumen habis, tidak ada sisa sama sekali,” tambahnya.

Meski titik awal api telah teridentifikasi, pihak kepolisian menegaskan bahwa tim Labfor tidak bersandar pada asumsi atau kecurigaan tertentu.

Fokus utama kepolisian adalah melakukan pembuktian ilmiah melalui uji laboratorium terhadap sampel barang bukti yang telah diamankan, seperti abu arang dan kabel, di Puslabfor Polda Kalsel.

Hasil uji laboratorium tersebut diperkirakan keluar dalam kurun waktu satu bulan atau lebih.

“Tugas kami dari tim labfor adalah menentukan barang (yang diamankan) ini mengandung apa,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Pelabuhan Perikanan Kuala Pembuang Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Nelayan Kalteng
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!