Enam Anggota Satpol PP Diperiksa Terkait Kebakaran Kantor Biro Kesra dan Ekonomi Kalteng

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Kasat Reskrim Polresta , AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol saat diwawancarai awak media di TKP kebakaran Gedung Biro Kesra dan Ekonomi kompleks kantor Gubernur Kalteng.

– Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) terus mendalami insiden kebakaran yang menghanguskan Gedung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Biro Ekonomi di Kompleks Kantor Gubernur (Kalteng).

Sebanyak enam orang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas piket saat kejadian kebakaran pada Rabu, 12 Aguatus 2026 tersebut, turut diperiksa sebagai saksi.

​Hal tersebut diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polresta , AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol, usai olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran kantor tersebut bersama Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda , Jumat, 14 Agustus 2026.

“Sejauh ini untuk saksi yang piket hari itu dari Pol PP sekitar enam orang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keenam personel Satpol PP tersebut bertugas dan terbagi di sejumlah titik pos penjagaan yang berbeda di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para saksi mengaku pertama kali mengetahui adanya insiden tersebut saat api sudah mulai berkobar pada dini hari.

“Adapun enam orang yang piket itu terbagi di beberapa titik. Keterangan didapat, pada intinya rata-rata orang-orang ini dia mendapati pertama kali ada kobaran api. Namanya (kejadian) setengah tiga, orang lagi enak tidur itu,” terangnya.

Menanggapi kemungkinan adanya unsur kesengajaan maupun motif di balik musibah tersebut, pihak kepolisian memilih untuk tidak berspekulasi dini.

AKP Eka menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan secara objektif dan terbuka terhadap berbagai faktor teknis, termasuk potensi korsleting listrik.

“Perihal siapa mungkin, motifnya bagaimana aku tidak bisa suudzon. Memang terbakar aja, namanya kabel bisa terbakar, banyak faktor yang menyebabkan kebakaran,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Sunarti: Kesehatan dan Keselamatan Kerja Harus Jadi Budaya Baru Birokrasi
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!