PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah (Kalteng) yang sekarang masuk dalam status siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), ternyata dinas kehutanan (Dishut) provinsi Kalteng sudah membuat formula tiga C dalam pengendaliannya.
Diketahui, yang menjadi koordinator induknya dalam menangani Karhutla adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Namun demikian, Dishut Kalteng mempunyai tupoksi khusus dalam melakukan pengendalian Karhutla.
Dishut Kalteng lebih fokus dan terus berupaya melakukan pencegahan dini. Pengedalian kebakaran hutan dan lahan dilakukan dengan upaya pencegahan, penanggulangan serta penanganan pasca kebakaran.
Karena menurut kepala Dishut Kalteng Ir Sri Suwanto, lebih baik melakukan pencegahan sehingga tidak terjadi kebakaran yang menyebabkan banyak kerugian.
“Fokus kita pencegahan, sebisa-bisanya mencegah, lebih baik mencegah dari pada mengobati,” kata Kadishut Ir. Sri Suwanto, MS, Kamis, (26/07/2018).
Pencegahan yang dilakukan Dishut Kalteng disamping kampanye dan penyuluhan, juga dengan langkah persiapan antisipasi serta bimbingan teknis kepada tim-tim yang dibina.
Bahkan, Dishut Kalteng telah mempersiapkan sarana dan prasarana, posko dan patroli yang sudah jalan untuk langsung bertindak jika ada percikan api kecil.
Selain itu, Dishut Kalteng memiliki suatu formula yang dianggap efektif dalam melakukan pengendalian kebakaran yaitu “FORMULA 3 C: cegah, cermati dan cepat.
“Cegah sebelum terjadi, cermati situasi dan kondisi dan cepat tanggulangi,” bebernya.
Dalam hal ini, Dishut Kalteng selalu mencermati situasi dan kondisi bila kemarau panjang dengan kondisi kekeringan dengan upaya antisipasi, di antaranya kelengkapan sarana dan prasarana pencegahan kebakaran.
Sementara itu, sebagaimana himbauan Gubernur Kalteng, Kadishut juga mengajak masyarakat untuk sama-sama peduli dan bertanggung jawab terhadap lahannya masing-masing. Tidak hanya melakukan pembersihan, tetapi segera diolah. Karena menurutnya, areal jika ditanami tidak akan terbakar dengan selalu dijaga.
“Yang punya pekarangan dan lahan terlantar ayolah ditanami, jangan hanya pengakuan memiliki tanah,” imbaunya.
Salain itu, Kadishut meminta jika ada kejadian percikan api dan jika tidak mampu ditangani agar masyarakat segera melaporkan. Bahkan Ia menghimbau kepada masyarakat untuk mengaktifkan kembali pos kamling sehingga mudah untuk selalu koordinasi dengan pihak berwajib.
“Kita berharap masyarakat membentuk masyarakat yang peduli, namanya siskamling (Sistem keamanan lingkungan) itu,” jelasnya.
Sebab diyakini, langkah tersebut juga sangat efektif untuk melakukan pencegahan, serta kelompok masyarakat tersebut juga bisa menggunakan sumur-sumur bor yang sudah ada untuk pemadaman bersama brigade pengendalian kebakaran yang sudah ada.
“Yang penting itu ada kepedulian dulu oleh semua pihak termasuk masyarakat,” tutupnya
(sps/beritasampit.co.id)
Editor : Irfan











