Pimpinan DPRD Diminta Tindak Lanjut Rekomendasi Pencopotan Asisten I Setda Kotim

SAMPIT – Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) M Abadi meminta kepada pimpinan DPRD Kotim menindaklanjuti rekomendasi pencopotan Assisten I Setda Kotim, Dina Setiawan. Karena sejak adanya rekomendasi dari lembaga dewan hingga kini rekomendasi itu tidak dilaksanakan oleh pihak eksekutif.

“Masa dari tiga pimpinan dewan satupun tidak ada yang mempertanyakan soal itu, akhirnya jadi benar rekomendasi dewan hanya jadi semacam kertas saja,” tegasnya, Selasa 11 Oktober 2022.

Abadi yang juga merupakan Ketua Fraksi PKB ini menyampaikan bahwa sudah berapa bulan sejak RDP lalu oleh eksekutif belum juga diproses, seolah-seolah lembaga tersebut tidak ada taringnya.

“Jika ditanya ke BK ini persoalan bukan ada pada lembaga ini, sehingga kewenangan ini bukan di BK tapi pada pimpinan DPRD,” tegas Abadi.

Jangan heran jika selama ini banyak rekomendasi dewan tidak ditindaklanjuti oleh eksekutif karena banyak toleransi seperti halnya permasalahan sengketa lahan. Pemerintah terkesan lepas tangan menyaksikan keluh kesah masyarakat.

Abadi menyebutkan desakan dirinya ini merupakan bentuk dan upaya untuk menjaga kehormatan lembaga itu sendiri. Ada 40 wakil rakyat dan ratusan ribu masyarakat yang diwakilinya tersebut, sehingga marwah lembaga itu tidak bisa lagi dianggap sepele.

“Ini saya lakukan demi penegakan harkat dan martabat lembaga kita ini supaya kedepannya rekomendasi kita itu tidak hanya jadi bungkus kacang saja oleh siapapun,” tegas Abadi.

Menurut Abadi sudah terhitung lebih dari 6 bulan ini rekomendasi pencopotan itu tidak dihiraukan. Hal ini sama halnya nasibnya dengan rekomendasi dewan yang sebelum dan kemudian.

Kesimpulannya, kata dia, jika rekomendasi ini tidak dilaksanakan bahwa kekuatan politik lembaga ini dengan seluruh partainya tidak bisa berbuat apa-apa.

baca juga ...  Kotim Harus Miliki Hutan Adat Untuk Mempertahankan Hutan yang Tersisa

“Dimana kehormatan kita sebagai lembaga terhormat itu,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPRD Kotim, Rinie mengeluarkan dua poin rekomendasi kepada pemerintah daerah. Yakni yang pertama adalah meminta kepada Asisten I untuk meminta maaf dan dinonjobkan dari jabatannya.

Asisten I Setda Kotim Diana Setiawan dianggap melecehkan DPRD Kotim setelah videonya beredar. Dalam video itu tampak diduga kuat Diana itu berbicara di sebuah forum rapat yang dihadiri sejumlah orang.

Video Diana viral dan video itu disebut-sebut diambil pada saat acara rapat di wilayah Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotim, dimana oknum pejabat itu mengingatkan salah satu kepala desa.

“Lain kali koordinasi konsultasi, bapak punya orang tua, siapa? Bupati, Camat, ini konsultasi koordinasi dengan anggota dewan, mereka itu bukan eksekutor,” katanya dalam video itu.

Dia juga menyebut kalau selama ini juga rekomendasi DPRD tidak akan jalan jika eksekutif tidak menindaklanjutinya. (Nardi).

Bagikan:
Berita Populer