SAMPIT – Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Cilik Riwut Sampit harus benar-benar terlaksana dengan benar, jangan sampai ada penggelembungan harga atau mark up
Hal ini diungkapkan oleh mantan Ketua DPRD Kotim, HM Jhon Krisli. Menurutnya pembangunan PJU yang menghabiskan anggaran Rp14 miliar tersebut anggarannya sangat besar dan perlu dipertanyakan.
“Proyek Rp14 itu saya duga terjadi terlalu besar, kalau Rp2 atau 3 milar dengan tiang-tiangnya wajar lah,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kotim ini, Rabu 2 November 2022.
Menurutnya hal ini perlu dilakukan investigasi oleh pihak kejaksaan setempat untuk mempertanyakan RAB-nya atau benarkah harga sebesar itu? Apakah benar pembangunan di Jalan Cilik Riwut itu saja anggaran sebesar itu? atau ada untuk kegiatan lainnya.
“Itu perlu dilakukan investigasi oleh pihak kejaksaan mempertanyakan, apakah benar hanya sekian lampu sekian tiangnya harga segitu? untuk jalur itu saja,” tegas Jhon.
Dirinya menyebutkan bukan tidak sepakat dengan tata kota atau penerangan sebagaimanya keinginan Bupati Kotim menjadi Sampit Terang. Penerangan di Sampit sangat dibutuhkan, tapi dengan anggaran sebesar itu menjadi tanda tanya bagi masyarakat.
“Bukan saya tidak sepakat dengan tata kota atau penerangan di Sampit, tapi dengan harga segitu tidak benar,” katanya.
Pemasangan lampu jalan harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat manfaatnya. Untuk diketahui PJU itu akan dipasang dengan 172 tiang dari bundaran Semekto sampai di Pondok pesantren Darul Marifa Km 2,3 Sampit dengan anggara Rp14 miliar itu. (Ibra).











