KUALA PEMBUANG – Pembangunan desa di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai terlihat hasilnya. Pada tahun 2024 tercatat sudah tidak ada lagi berstatus desa tertinggal di Bumi Gawi Hatantiring.
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) Kabupaten Seruyan Taufik Kurahman, pada 2024 jumlah desa maju mencapai 19, desa Berkembang berjumlah 57 dan 21 desa mandiri.
“Kalau desa tertinggal sudah tidak ada kita. Kita sudah keluar, sekarang sudah desa berkembang dan mandiri,” kata Taufik Kurahman saat ditemui di ruangan kerjanya, Kamis 18 Juli 2024.
Ia menyebut, saat ini DPMDes Kabupaten Seruyan tengah menargetkan agar bagaimana yang desa maju bisa menjadi desa mandiri. Pasalnya untuk naik kategori tentunya dilakukan seleksi yang lebih ketat lagi.
“Alhamdulillah yang kemarin (2023) delapan desa tertinggal sudah keluar, artinya pembangunan di desa itu berkelanjutan dan telah sesuai,” ujarnya.
“Kalau berkembang itu poinnya sudah naik, kategorinya banyak, semuanya pendekatan terhadap pelayanan, kemudian pemanfaatan terhadap pelaksanaan anggaran desa, papan pengumuman publikasi itukan salah satu bagian,” tambahnya.
Dijelaskan Taufik bahwa untuk penilaiannya sendiri tidak hanya dilakukan diatas meja, “Penilaiannya setiap waktu, karena target saya setiap tahun harus keluar tujuh desa, dan alhamdulillah delapan desa sudah keluar,” ungkapnya.
Selain itu, kata dia, jumlah desa mandiri di Seruyan terus meningkat. “Saat ini ada penambahan desa mandiri sekarang itu berjumlah 21 desa, sebelumnya 15 desa. Karena itu pembinaan kami lakukan, supaya desa sudah melakukan program-program yang memang untuk keluar dari kategori ini,” pungkasnya.
(ASY)











