PANGKALAN BUN – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar pelatihan kewirausahaan. Acara tersebut di laksanakan pada tanggal 13-15 Agustus 2024 disalah satu hotel yang ada di kota Pangkalan Bun.
Kepala Disperindagkop UKM Kobar Alfan Khusnaini melalui Kepala bidang UMKM Maryami mengatakan, pelatihan ini mengangkat materi tentang dasar dasar menjadi wirausaha, dimana dalam acara pelatihan ini melibatkan 40 peserta dari pelaku UMKMÂ Kecamatan Kumai terutama desa desa di pesisir (desa Kubu, Bakau, Bogam, Keraya, Sabuai Timur, dan desa Sabuai) , Sungai Kapitan dan Desa Batu Belaman.
Selain itu, pelaku UMKM dari Kecamatan Arut Selatan meliputi dari Kelurahan Mendawai, Raja, Raja Seberang, Kelurahan Sidorejo. Kecamatan Pangkalan Lada dari desa Pandu Senjaya dan Kecamatan Kotawaringin Lama dari desa Rungun.
Adapun narasumber dalam pelatihan itu melibatkan DPMPTSP Kobar , PT. Askrindo Cabang Pangkalan Bun , Universitas Antakusuma , BPR Marunting Sejahtera dan dari SMKN 1 Pangkalan Bun.
“Pada era globalisasi saat ini, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang pesat, dan Hampir setiap saat, perubahan itu selalu terjadi pada setiap sektor kehidupan masyarakat sebagai akibat dari pesatnya kemajuan dan perkembangan iptek,” ujar Maryami, Selasa 13 Agustus 2024.
Di sisi lain kata Maryami, dengan disepakatinya kawasan perdagangan bebas asean atau bahkan kawasan asia, menjadi permasalahan sekaligus tantangan tersendiri yang dihadapi oleh suatu negara termasuk Indonesia.
Dan salah satu sektor yang senantiasa menjadi permasalahan yang harus dihadapi oleh setiap negara adalah faktor lapangan kerja dan ketersediaan tenaga kerja. Kedua sektor ini memiliki hubungan yang signifikan dan saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya.
“Ketidak-seimbangan antara ketersediaan lapangan kerja dan tenaga kerja akan berakibat pada terjadinya pengangguran yang pada giliran selanjutnya akan membawa dampak pada pembangunan sosial-ekonomi dalam kehidupan masyarakat yang semakin tidak menentu,” imbuh Maryami.
(man)











