Bonus Demografi, Tantangan dan Peluang Indonesia

PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Purdiono, menyatakan bonus demografi akan memberikan dampak signifikan terhadap angkatan kerja di Indonesia, khususnya Kalteng. Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk usia produktif membuka peluang bagi negara untuk meningkatkan aktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

“Namun, bila tidak dimanfaatkan dengan baik, bonus demografi bisa menjadi bencana dan berdampak buruk pada tingkat pengangguran dan produktivitas masyarakat,” ujar Purdiono Jumat 25 Agustus 2024.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam memaksimalkan bonus demografi adalah membangun sumber daya manusia (SDM). “Pendidikan menjadi kunci utama menghadapi bonus demografi dan harus dikembangkan serius karena berpengaruh besar terhadap kesejahteraan masyarakat,” jelas Politisi Partai Golkar ini.

Ia memaparkan empat strategi untuk mengoptimalkan bonus demografi. Pertama, pengembangan kualitas manusia melalui pendidikan dan pelatihan. Kedua, perluasan pasar tenaga kerja. Ketiga, pengelolaan pertumbuhan populasi. Keempat, peningkatan tingkat kesehatan penduduk.

“Jika kita gagal memanfaatkan bonus demografi, Indonesia tidak akan pernah menjadi negara maju. Bonus demografi dengan populasi usia muda tidak akan datang dua kali. Setelah periode ini berlalu, Indonesia akan masuk fase aging population,” tegasnya.

Ia meyakini pemerintah telah menetapkan regulasi yang jelas untuk menghadapi bonus demografi, baik dalam pengentasan kemiskinan, pemberantasan narkoba, maupun program pembangunan melalui APBN dan APBD. Ia menekankan semua pihak harus bertanggung jawab sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

“Persiapan bonus demografi harus dimulai sejak dini. Intervensi kesehatan perlu dilakukan sejak anak dalam kandungan untuk meningkatkan kualitas penduduk. Dengan pengelolaan yang tepat, bonus demografi berpotensi mengantarkan Indonesia menjadi negara maju,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Fraksi Gerinda DPRD Kalteng Usulkan Pembangunan SMK di Desa Penyang
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!