PALANGKA RAYA – Desa Penyang, yang terletak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), merupakan salah satu wilayah dengan potensi besar untuk pengembangan pendidikan.
Desa ini dikenal sebagai kawasan yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki akses strategis ke berbagai sektor industri lokal, seperti perkebunan kelapa sawit dan pertanian.
Meskipun begitu, akses terhadap fasilitas pendidikan, terutama pendidikan kejuruan, masih sangat terbatas. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalteng, Wengga Febri Dwi Tananda.
Ketua Fraksi Gerinda DPRD Provinsi Kalteng ini mengusulkan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Desa Penyang untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut. Menurutnya, lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan SMK sudah tersedia dan siap dimanfaatkan.
Sebelumnya Rabu 8 Januari 2025, pada Rapat Koordinasi Komisi III DPRD Provinsi Kalteng dengan OPD Mitra, Wengga telah melakukan usulan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, untuk melakukan pembangunan SMK di wilayah tersebut.
“Desa Penyang memiliki potensi besar untuk pengembangan pendidikan kejuruan, terutama dalam mendukung kebutuhan tenaga kerja lokal di berbagai sektor. Lokasi untuk pembangunan SMK di desa ini sudah siap, tinggal menunggu tindak lanjut dari pemerintah provinsi,” ujar Wengga di Palangka Raya, Rabu 15 Januari 2025.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan SMK di Desa Penyang akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi daerah sekitarnya. Pendidikan kejuruan dinilai mampu mencetak lulusan yang siap kerja, terutama di bidang-bidang yang relevan dengan kebutuhan lokal, seperti pertanian, perkebunan, dan teknik mesin.
“Dengan adanya SMK, anak-anak muda di Desa Penyang dan sekitarnya tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan pendidikan kejuruan. Ini akan membantu mereka menghemat biaya dan waktu, sekaligus mempersiapkan mereka untuk memasuki dunia kerja,” tambahnya.
Selain itu, Wengga juga menyarankan agar platform digital PENA Berkah-yang merupakan sistem pengelolaan pendidikan di Kalteng dilengkapi dengan fitur pengajuan pembangunan sekolah baru. Menurutnya, fitur ini akan mempermudah masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan infrastruktur pendidikan.
“Jika platform PENA Berkah dilengkapi fitur pengajuan pembangunan sekolah baru, masyarakat dapat lebih mudah menyampaikan kebutuhan mereka. Ini akan mempercepat proses pengambilan keputusan dan pemerataan akses pendidikan di seluruh Kalimantan Tengah,” jelas Wengga.
Ia menambahkan, pembangunan SMK di Desa Penyang harus menjadi prioritas karena akan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan kejuruan dinilai sebagai salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran di daerah, terutama di wilayah pedesaan.
“Keberadaan SMK di Desa Penyang juga akan membuka peluang kolaborasi dengan sektor industri lokal. Perusahaan-perusahaan di sekitar desa dapat berkontribusi melalui program magang atau pelatihan kerja bagi siswa, sehingga lulusan SMK benar-benar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” paparnya.
Wengga berharap pemerintah provinsi segera menindaklanjuti usulan ini, mengingat pentingnya pendidikan kejuruan dalam mendukung pembangunan daerah. Ia juga mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, untuk mendukung rencana ini agar segera terwujud.
“Pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan adanya SMK di Desa Penyang, saya yakin generasi muda di sini akan memiliki masa depan yang lebih cerah,” tutupnya.
(Sya'ban)












