SUKAMARA – Upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Sukamara melakukan kegiatan pemupukan tanah sebelum proses penanaman tanaman di kebun Agro Wisata Gawi Barinjam.
Kepala Lapas Kelas III Sukamara, Joko Prayitno mengatakan bahwa pemupukan dilakukan untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanah agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan hasilnya optimal.
“Selain melakukan pemupukan, juga dilakukan penaburan kapur untuk menetralkan pH tanah yang cenderung asam,” jelas Joko Prayitno, Jumat 29 November 2024.
Joko Prayitno menerangkan jika penambahan kapur bertujuan untuk menyeimbangkan tingkat keasaman tanah sehingga sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan oleh tanaman.
Dengan pH tanah yang seimbang, akar tanaman dapat menyerap unsur hara dengan lebih efisien, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pertumbuhan dan kualitas hasil tanaman.
“Kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Lapas Sukamara, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pembinaan keterampilan bagi warga binaan,” jelas Joko Prayitno.
Melalui program ini, Joko Prayitno berharap para narapidana dapat memperoleh keterampilan yang berguna untuk kehidupan mereka setelah bebas, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih produktif di dalam lapas.
Joko Prayitno menjelaskan jika Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sukamara dijadikan pilot projec untuk program ketahan pangan nasional. Dalam rangka mewujudkan program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu tujuan pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan diimplementasikan di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bahwasanya Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sukamara sudah konsisten melaksanakan program tersebut.
“Nanti Bulan Desember 2024, Lapas Sukamara sukamara akan melaksanakan panen jagung dan singkong,” kata Joko Prayitno.
Joko Prayitno menerangkan untuk tahap lanjutan Lapas Sukamara telah menyiapkan lahan seluas 5 hektar yang akan di tanami bibit jagung hibrida dengan target panen dalam jangka waktu 3 bulan yaitu panen di Bulan Maret 2025.
(enn)











