PALANGKA RAYA – Tingkat partisipasi masyarakat dalam perhelatan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 di Kota Palangka Raya mengalami penurunan.
“Untuk tahun 2024 itu 61,5 persen. Jadi secara presentasi, partisipasi masyarakat itu memang turun satu persen dibanding Pilkada tahun 2020,” ujar Ketua KPU Kota Palangka Raya, Joko Anggoro saat Rapat Pleno terbuka rekapitulasi perhitungan surat suara di Bahalap Hotel, Selasa 3 Desember 2024.
Menurut Joko, salah satu penyebab turunnya partisipasi masyarakat dalam Pilkada kali ini adalah penggabungan dari dua tempat pemungutan suara (TPS) menjadi satu TPS.
“Mungkin salah satunya jarak menjadi keengganan masyarakat untuk hadir ke TPS. Karena yang biasanya dua TPS sekarang menjadi satu,” jelasnya.
Ketika ditanya mengenai potensi hambatan akibat bencana banjir, Joko menegaskan bahwa daerah terdampak justru menunjukkan tingkat partisipasi yang cukup tinggi.
“Justru kemarin kita monitor ke tempat-tempat yang terendam banjir itu partisipasinya tinggi, salah satunya di Pahandut Seberang dengan kedalaman air selutut, partisipasi masyarakat mencapai 70 persen,” ujarnya.
Joko juga membandingkan tingkat partisipasi Pilkada dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada awal tahun ini. Dimana tingkat partisipasi masyarakat dalam pilpres mencapai 80 persen.
“Kalau Pilpres kemarin itu kan beda, Pilpres itu figur Presiden memang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Jadi memang partisipasi cukup tinggi kalau Pilpres partisipasi hampir 80 persen,” tutupnya.
(Syauqi)











