SAMPIT – Malam yang awalnya tenang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kanwil Kemenkumham Kalteng berubah tegang saat petugas melakukan razia besar di blok dan kamar hunian.
Bagaimana tidak, para petugas yang tengah melakukan penggeledahan menemukan sebuah senjata tajam rakitan yang disembunyikan dengan cermat.
Selain itu ada dua handphone, sebuah stop kontak rakitan, empat charger, tiga earphone, dan dua sendok aluminium juga ditemukan dalam razia ini.
Dengan adanya temuan ini kembali mengungkap ancaman yang bisa mengguncang ketertiban di dalam Lapas dan menegaskan pentingnya menjaga “zero halinar”.
Razia yang dipimpin langsung oleh Ka.KPLP, Tamrin Simamora, bersama staf KPLP dan Regu Pengamanan menggeledah setiap kamar dengan penuh kewaspadaan. Suasana yang semula tenang menjadi mencekam saat suara barang-barang terlarang ditemukan satu per satu, memperlihatkan upaya penyelundupan yang terorganisir.
Salah satu warga binaan yang kamar huniannya digeledah, Samuel (bukan nama asli), terlihat tenang meski terkejut. “Saya mendukung razia ini Pak. Ini memang langkah yang tepat untuk menjaga ketertiban dan memastikan semuanya berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Meskipun ada barang terlarang yang ditemukan, Samuel menyatakan siap menerima konsekuensinya dan berharap razia seperti ini terus dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Sementara itu Ka.KPLP Tamrin Simamora, menyampaikan bahwa razia ini sangat penting dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada barang-barang terlarang yang masuk ke dalam lapas.
“Kami berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan keamanan, serta mencegah segala potensi gangguan yang bisa terjadi. Langkah tegas ini diperlukan untuk memastikan lingkungan Lapas tetap aman dan kondusif,” ujar Tamrin.
Temuan ini bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi membahayakan ketertiban Lapas. Dengan sigap, petugas mengamankan semua barang terlarang tersebut, memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Razia ini menegaskan komitmen Lapas Sampit untuk menciptakan lingkungan yang aman, bebas dari gangguan, dan siap menjalankan pembinaan dengan lebih tegas.(BS-01)











