SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar rapat evaluasi akhir tahun, Senin 30 Desember 2024 di Rumah Jabatan Bupati, dan diikuti Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), SOPD serta instansi lainnya.
Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan berbagai capaian dan rencana program strategis pada rapat evaluasi akhir tahun 2024. Ia mengapresiasi sejumlah prestasi yang diraih Kotim selama tahun 2024.
Termasuk tim drumband Kotim yang berhasil membawa pulang medali emas saat mewakili Kalimantan Tengah di PON Aceh-Medan. Selain itu, Kotim juga meraih gelar juara umum MTQH tingkat provinsi setelah 10 tahun.
“Prestasi ini tidak membuat kita berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk meraih hasil lebih maksimal di tahun mendatang,” kata Halikinnor.
Bupati juga menyampaikan langkah di tahun tahun 2025, salah satu program pemerintah pusat adalah pembangunan rumah bagi masyarakat kurang mampu. Dikatakan, Kotim telah menerima alokasi program ini, dan pemerintah setempat berkomitmen membebaskan biaya BPHTB agar masyarakat lebih mudah mengaksesnya.
“Rumah ini dibangun oleh pemerintah dan diberikan kepada warga yang membutuhkan, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup mereka,” jelasnya.
Kotim juga berencana membangun pabrik pakan ternak di Parenggean melalui kerja sama dengan pemerintah provinsi.
Halikinnor optimistis langkah ini akan menjadikan Kotim sebagai penyangga pangan bagi Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga memerlukan pasokan makanan bagi peternakan lokal.
Selain itu, pembangunan pabrik pakan ikan juga menjadi prioritas untuk menekan biaya produksi perikanan yang selama ini cukup tinggi.
“Dengan dibangunnya pabrik pakan ikan maka akan menekan harga makanan ikan dan pembudidaya ikan bisa mendapatkan keuntungan lebih besar,” ungkapnya.
Tak hanya itu, fasilitas pendukung untuk nelayan, seperti pabrik es batu, juga akan diresmikan untuk mendukung kegiatan pengangkutan perikanan di Kotim.
Pemkab Kotim juga sudah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalteng untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan dari Cempaka Mulia Kecamatan Cempaga menuju Mendawai Kabupaten Katingan dengan anggaran sebesar Rp200 miliar dari provinsi.
“Harapan kita, jalan di Cempaga ke Seranau sudah beraspal hingga Mendawai,” ujar Halikinnor.
Isu narkoba juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Halikinnor menyebutkan, SK pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim telah diterbitkan.
Kemudian di Kotim akan didirikan rumah sakit rehab narkoba, ini akan dibiayai melalui urunan kabupaten di Kalteng sebesar Rp1 miliar, dengan tambahan dana dari provinsi.
“Tingginya angka pencandu narkoba menjadi tantangan kita, hingga ke pedesaan. Kita berharap BNNK dapat meminimalisir masalah ini melalui berbagai program, termasuk pendekatan agama,” tegasnya.
Sementara untuk Hari jadi Kotim pada 2025, direncanakan dirayakan di tiga titik strategis, yakni Telaga Antang, Cempaga, dan Samuda.
Halikinnor juga memastikan berbagai program prioritas akan terus dilanjutkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kotim.
“Kita semua harus bersinergi, baik pemerintah, masyarakat, maupun tokoh agama, untuk menjadikan Kotim lebih maju dan sejahtera,” tutup Halikinnor.
(nardi)











