PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tantangan inflasi yang terus berkembang.
Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Sri Widanarni, menegaskan bahwa pengendalian harga bahan pokok, termasuk minyak goreng, dan penyediaan komoditas penting lainnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Hal ini disampaikan Sri usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2024 bersama Menteri Dalam Negeri RI secara virtual, di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Senin 30 Desember 2024.
Dalam rapat tersebut, Plt. Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menyampaikan pentingnya realisasi pendapatan dan belanja APBD yang efektif dan efisien.
Ia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk menghindari praktik pencantuman angka pendapatan yang terlalu besar agar tidak menyebabkan defisit di akhir tahun.
“Perencanaan pendapatan yang tidak realistis akan menyebabkan defisit. Tolong jangan sampai terjadi,” kata Tomsi.
Deputi Statistik Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini, dalam paparannya menjelaskan bahwa sepanjang 2024 hingga November, komponen harga bergejolak mengalami deflasi sebesar 1,89 persen.
Namun, pada bulan Desember biasanya terjadi inflasi pada komponen harga bergejolak, terutama akibat kenaikan harga cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras.
Menanggapi hal ini, Sri Widanarni menginstruksikan kepada instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam menjaga ketersediaan bahan pokok di pasar.
“Kita harus memastikan bahwa komoditas penting seperti beras tidak mengalami kenaikan harga yang signifikan,” tegasnya.
Sri juga meminta agar pasar murah atau pasar penyeimbang terus digalakkan, tidak hanya menjelang Nataru, tetapi juga pasca-Nataru.
“Kegiatan ini sangat penting untuk membantu masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli di tengah tantangan ekonomi,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat, untuk menjaga stabilitas ekonomi dan suasana kondusif di Kalteng.
“Kita harus terus bersama-sama menjaga suasana yang sudah kondusif di Kalteng dan meningkatkan kerja sama dalam mengendalikan inflasi,” tutup Sri.
(Sya’ban)











