PALANGKA RAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Pemerintah Provinsi Kalteng menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp5,736 triliun.
Dalam struktur pembiayaan tersebut, terdapat proyeksi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sekitar Rp350 miliar, meski tahun anggaran 2026 saat ini masih berjalan.
Anggota Komisi I sekaligus Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalteng, Yohanes Freddy Ering, menjelaskan bahwa angka Silpa tersebut merupakan proyeksi awal yang digunakan dalam penyusunan APBD 2027. Menurutnya, pemerintah daerah sah-sah saja memperkirakan nilai Silpa sebelum tahun anggaran berjalan berakhir.
“Enggak apa-apa, kan perkiraan proyeksi. Sekalipun Silpa itu tanpa harus menunggu akhir tahun, tapi itu bisa diproyeksi, bisa diperkirakan,” kata Freddy, Jumat, 21 Agustua 2026.
Ia menjelaskan penyusunan anggaran memang menggunakan berbagai proyeksi, baik pendapatan daerah maupun Silpa. Karena itu, angka Rp350 miliar tersebut belum menjadi angka final dan masih dapat mengalami penyesuaian ketika APBD 2027 ditetapkan.
“Bisa saja. Bisa tepat, bisa saja sedikit naik atau sedikit kurang,” ujarnya.
Freddy mengatakan proyeksi tersebut antara lain dapat mengacu pada kondisi dan realisasi anggaran tahun berjalan. Selain itu, sejumlah komponen seperti tagihan yang belum terealisasi, piutang, maupun dana bagi hasil juga dapat memengaruhi besaran Silpa.
“Misalnya tagihan-tagihan yang tidak terealisasi terbayar, piutang-piutang atau bagi hasil, itu bisa menambah target Silpa” jelasnya.
Dalam KUA-PPAS 2027, pendapatan daerah Kalteng diproyeksikan sekitar Rp5,3 triliun, sedangkan total belanja mencapai Rp5,7 triliun. Selisih tersebut kemudian ditutup melalui pembiayaan yang bersumber dari proyeksi Silpa sekitar Rp350 miliar.
“Anggaran kita itu tadi untuk pendapatan daerah sebesar Rp5,3 triliun, kemudian belanja totalnya di Rp5,7 triliun. Minusnya ditutup dengan pembiayaan sebesar Rp350 miliar, sehingga klop APBD 2027 itu di Rp5,7 triliun,” pungkas Freddy.
(Syauqi)











