APDESI Kotim Tekankan PBS Berperan Aktif dalam Pencegahan Karhutla di Desa Sekitar

NARDI/BERITASAMPIT - Ketua APDESI Kotim, Dematius.

SAMPIT – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menekankan keterlibatan perusahaan perkebunan kelapa sawit sangat penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah desa yang berada di sekitar area perkebunan.

Ketua APDESI Kotim, Dematius, menyampaikan apresiasinya kepada sejumlah perusahaan yang selama ini telah memberikan dukungan kepada pemerintah desa, baik berupa peralatan pemadam kebakaran maupun bantuan sarana pendukung lainnya.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu desa dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla yang kerap muncul saat musim kemarau. Dengan tersedianya peralatan pemadam, desa dapat melakukan penanganan lebih cepat sebelum api meluas ke area yang lebih besar.

“Kami mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah memberikan bantuan kepada desa-desa di sekitar wilayah operasionalnya. Dukungan seperti ini sangat membantu masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya pencegahan serta penanganan kebakaran lahan dan hutan,” ujar Dematius, Selasa 8 September 2026.

Ia berharap kepedulian tersebut dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain yang beroperasi di Kotim. Menurutnya, penanggulangan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat.

Dematius mencontohkan dukungan yang diberikan perusahaan di Desa Sebabi. Selain menyerahkan bantuan pompa air untuk pemadaman kebakaran, perusahaan juga sebelumnya berkontribusi dalam pembangunan sumur gali, sumur bor, akses jalan, hingga pembukaan lahan yang bermanfaat bagi masyarakat setempat.

“Bantuan yang diberikan bukan hanya saat terjadi kebakaran, tetapi juga dalam penyediaan infrastruktur yang mendukung kebutuhan masyarakat. Ini merupakan bentuk kontribusi nyata yang dirasakan langsung oleh warga,” katanya.

Ia menjelaskan, kondisi infrastruktur jalan yang cukup memadai di wilayah Sebabi turut mempermudah proses penanganan kebakaran melalui jalur darat.

Karena akses menuju lokasi titik api relatif mudah dijangkau, pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing belum diperlukan.

Sebagian besar perusahaan perkebunan di Kotim selama ini ikut terlibat saat terjadi kebakaran di sekitar wilayah operasional mereka.

Meski penanganan tidak selalu bisa dilakukan seketika karena lokasi dan kondisi lapangan yang beragam, perusahaan dinilai tetap menunjukkan komitmen untuk membantu masyarakat.

“Ketika terjadi kebakaran, perusahaan biasanya turut turun ke lapangan bersama masyarakat dan pemerintah desa untuk membantu penanganan. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Untuk langkah jangka panjang, APDESI mendorong adanya program penyediaan armada tangki air di setiap desa. Selain berfungsi sebagai sarana distribusi air bersih saat terjadi krisis air, kendaraan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman karhutla.

Ini menjadi solusi memperkuat kesiapsiagaan desa menghadapi berbagai kondisi darurat, khususnya pada musim kemarau yang rawan memicu kebakaran lahan.

“Kalau setiap desa memiliki armada tangki air, manfaatnya akan sangat besar. Bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus membantu pemadaman saat terjadi kebakaran,” pungkasnya. (Nardi)


baca juga ...  Pertalite Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter di Sampit, Pelangsir Ambil Untung Besar
Bagikan:
Berita Populer