Dinkes Imbau Warga Waspada, Kasus Diare Alami Peningkatan Juli Agustus di Kotim

IST/BERITASAMPIT - Data kasus diare Dinkes Kotim sejak 2022-2026.

SAMPIT – Musim kemarau yang disertai kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) turut berdampak pada meningkatnya kasus diare. Dinas Kesehatan menilai keterbatasan akses air bersih menjadi salah satu faktor utama penyebab munculnya penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan, Umar Kaderi, mengatakan diare erat kaitannya dengan kualitas air yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

“Diare ini umumnya berkaitan dengan masalah air bersih. Saat terjadi kekeringan, beberapa daerah mengalami kesulitan mendapatkan air yang layak sehingga risiko penyakit meningkat,” ujarnya yang juga sebagai Pj Sekda Kotim ini.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan bersama puskesmas terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar selalu mengonsumsi air yang telah direbus sebelum diminum. Imbauan tersebut juga berlaku untuk air isi ulang karena tetap berpotensi terkontaminasi bakteri, termasuk Escherichia coli (E. coli).

“Walaupun menggunakan air isi ulang, sebaiknya tetap direbus terlebih dahulu. Kita antisipasi kemungkinan adanya kontaminasi bakteri yang bisa menyebabkan diare,” katanya.

Meski terjadi peningkatan kasus, Umar memastikan seluruh kasus yang ditangani masih tergolong ringan dan dapat dilayani oleh fasilitas kesehatan yang tersedia. Hingga saat ini tidak ditemukan kasus diare yang menyebabkan kematian.

Dalam menghadapi dampak kemarau dan karhutla, seluruh fasilitas kesehatan di Kotim juga telah diinstruksikan memberikan pelayanan selama 24 jam. Ketersediaan obat-obatan, masker, serta layanan rumah oksigen disiapkan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap.

“Kami sudah meminta seluruh faskes buka 24 jam. Obat-obatan tersedia, masker tersedia, dan rumah oksigen juga sudah disiapkan di puskesmas maupun PSC,” jelasnya.

Data Dinas Kesehatan pada tahun 2026, pencatatan kasus diare terdata dari bulan Januari hingga Agustus dengan total akumulasi sebanyak 3.546 kasus. Jumlah kasus dibuka sebanyak 440 kasus pada bulan Januari, lalu naik menjadi 507 kasus di bulan Februari. (Nardi)


baca juga ...  Perusahan Tidak Patuhi Perda TKL, DPRD akan Cek Lapangan
Bagikan:
Berita Populer