Hotspot Kalteng Meledak hingga 102.413 Titik

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi.

PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat 102.413 titik hotspot sepanjang 1 Januari hingga 6 September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi hotspot hingga 6 September 2026 pukul 18.00 WIB.

“Berdasarkan data akumulasi tercatat 102.413 titik hotspot sepanjang 1 Januari hingga 6 September 2026 pukul 18.00 WIB,” kata Ahmad dalam keterangan tertulis, Senin, 7 September 2026.

Selain hotspot, BPBD Kalteng mencatat 2.651 kejadian karhutla dengan luas area terbakar mencapai 8.038,68 hektare. Data tersebut berdasarkan laporan lapangan dari kabupaten/kota.

Sementara berdasarkan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS melalui Sipongi Kementerian Kehutanan, luas area terbakar tercatat sekitar 7.634 hektare.

Untuk menangani karhutla, sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan. Penanganan juga didukung enam unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/Patroli.

“Upaya penanganan juga didukung enam unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/Patroli,” ungkapnya.

Dari sisi penegakan hukum, BPBD Kalteng mencatat 32 penegakan hukum terkait karhutla sepanjang periode tersebut.

“Dari sisi penegakan hukum, BPBD mencatat terdapat 32 penegakan hukum terkait karhutla sepanjang periode tersebut,” tegasnya.

Ahmad mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau untuk mencegah titik api baru.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau,” pungkasnya.

(Sya’ban)

baca juga ...  Pemprov Kalteng Tekankan Perusahaan Harus Lebih Berperan Tingkatkan PAD
Bagikan:
Berita Populer