20.299 Hotspot Kepung Kotim, Karhutla Lahap 2.413 Hektare

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Gedung PPIG Universitas Palangka Raya, Jumat, 21 Agustus 2026.

PALANGKA RAYA – Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi di Kalimantan Tengah (Kalteng), mencapai 20.299 titik sepanjang 1 Januari hingga 6 September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan Kotim juga mencatat 518 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan luas area terbakar mencapai 2.413 hektare.

“Tercatat 20.299 hotspot, 518 kejadian karhutla, dan luas area terbakar mencapai 2.413 hektare,” kata Ahmad dalam keterangan tertulis, Senin, 7 September 2026.

Secara keseluruhan, BPBD Kalteng mencatat 102.413 titik hotspot dan 2.651 kejadian karhutla dengan luas terbakar 8.038,68 hektare berdasarkan laporan kabupaten/kota.

Sementara berdasarkan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS melalui Sipongi Kementerian Kehutanan, luas area terbakar di Kalteng tercatat sekitar 7.634 hektare.

Untuk menangani karhutla, sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan. Penanganan juga didukung enam unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/Patroli.

“Upaya penanganan juga didukung enam unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/Patroli,” ungkapnya.

Dari sisi penegakan hukum, BPBD Kalteng mencatat 32 penegakan hukum terkait karhutla sepanjang periode tersebut.

“Dari sisi penegakan hukum, BPBD mencatat terdapat 32 penegakan hukum terkait karhutla sepanjang periode tersebut,” tegasnya.

Ahmad mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau untuk mencegah munculnya titik api baru.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau,” pungkasnya.

(Sya’ban)

baca juga ...  Bapperida Kalteng Dorong Sinkronisasi Program Nasional dan Daerah untuk Pembangunan Berkelanjutan
Bagikan:
Berita Populer