PULANG PISAU – Anak-anak Kabupaten Pulang Pisau menyampaikan lima aspirasi dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2026. Aspirasi tersebut mencakup kebutuhan ruang aman untuk menyampaikan pendapat, perbaikan jalan dan penerangan, layanan kesehatan serta kawasan tanpa rokok, pemerataan pendidikan hingga fasilitas yang ramah bagi anak penyandang disabilitas.
Aspirasi yang dituangkan dalam dokumen “Suara Anak Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2026” itu disampaikan pada peringatan HAN di Aula Dinas Kesehatan Pulang Pisau, Senin 7 September 2026. Kepala Dinas Kesehatan Pulang Pisau dr. Ellyana turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran terkait.
Dalam aspirasi pertamanya, anak-anak meminta pemerintah daerah, orang tua, guru dan seluruh pihak terkait menyediakan ruang yang aman dan nyaman agar mereka dapat menyampaikan pendapat. Mereka ingin didengar dan dihargai sebagai bagian dari masyarakat yang juga memiliki pandangan mengenai lingkungan tempat mereka tumbuh.
Suara Anak Pulang Pisau juga menyoroti persoalan keselamatan di ruang publik. Mereka meminta perbaikan jalan yang rusak serta penambahan penerangan jalan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, khususnya bagi anak-anak ketika beraktivitas dan melakukan perjalanan.
Pada bidang kesehatan, anak-anak meminta Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan pihak terkait meningkatkan pelayanan kesehatan serta memperkuat penerapan Kawasan Tanpa Rokok. Aspirasi ini berkaitan dengan kebutuhan menciptakan lingkungan yang sehat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Sementara di bidang pendidikan, mereka meminta pemerataan fasilitas sekolah serta penguatan pencegahan anak putus sekolah agar seluruh anak memperoleh hak pendidikan yang layak dan dapat mengikuti wajib belajar 12 tahun. Mereka juga meminta tersedianya fasilitas ramah anak yang mudah diakses oleh anak penyandang disabilitas agar dapat berpartisipasi secara aman dan nyaman.
Kepala Dinas Kesehatan Pulang Pisau dr. Ellyana mengatakan suara dan kebutuhan anak penting menjadi perhatian dalam pembangunan daerah, termasuk pada sektor kesehatan. Peringatan HAN, menurutnya, menjadi ruang untuk melihat persoalan dari sudut pandang anak sekaligus membangun lingkungan yang mendukung kesehatan, keamanan dan tumbuh kembang mereka secara menyeluruh. (denny)











