SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kondisi di lapangan menjadi perhatian karena beberapa lokasi kebakaran sulit dijangkau lantaran tidak memiliki akses jalan.
Camat Telawang, Deddy Jauhari, mengatakan terdapat sejumlah titik api yang sebelumnya berhasil dipadamkan, namun kembali muncul setelah diterpa hembusan angin yang cukup kencang.
“Beberapa titik api yang sudah padam kembali menyala karena hembusan angin yang sangat kencang,” kata Deddy.
Menurutnya, persoalan lain yang menjadi kendala dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut adalah kondisi medan. Sejumlah titik api berada di lokasi yang tidak memiliki akses jalan sehingga menyulitkan petugas maupun tim penanggulangan untuk menjangkaunya.
“Beberapa titik sangat sulit dijangkau karena tidak ada akses jalan,” ujarnya.
Kondisi kebakaran di Telawang juga ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah video yang beredar memperlihatkan kobaran api dan asap tebal yang disebut berada di wilayah perkebunan perusahaan.
Salah satu yang disebut dalam video tersebut adalah kawasan lahan PT BSK. Namun, informasi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi bahwa kebakaran yang terlihat dalam video merupakan kejadian terbaru.
Kapolsek Telawang AKP Fadhely memastikan video kebakaran yang dikaitkan dengan lahan perusahaan tersebut merupakan video lama.
Menurutnya, video tersebut diambil sekitar 20 Agustus 2026 dan kondisi kebakaran di lokasi itu saat ini sudah berhasil dipadamkan.
“Saya beserta anggota kemarin ke sana, itu sudah padam dan video lama di-upload oleh karyawan perusahaan,” ungkap Fadhely.
Dengan demikian, video yang kembali beredar di media sosial tidak dapat dijadikan gambaran kondisi terkini di lokasi tersebut.
Meski demikian, munculnya kembali sejumlah titik api di wilayah Telawang tetap menjadi perhatian. Apalagi, angin kencang berpotensi membuat bara api yang sebelumnya telah padam kembali menyala dan memperluas area terbakar.
Wilayah Kecamatan Telawang sendiri terdiri dari sejumlah desa, di antaranya Penyang, Sebabi, Kenyala, Biru Maju, Sumber Makmur dan Tanah Putih.
Sebelumnya, kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di kawasan Desa Penyang, Kecamatan Telawang, dengan kobaran api terlihat di pinggir Jalan Jenderal Sudirman. Kondisi tersebut bahkan membuat pengendara melintas di tengah kepungan asap.
Terkait dugaan adanya pembakaran secara sengaja pada sejumlah titik terbaru, hal tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan di lapangan. Aparat juga diharapkan dapat menelusuri sumber munculnya api, terutama pada lokasi yang sulit dijangkau dan tidak memiliki akses jalan.
(Jimmy)











