Satgas Karhutla Mentaya Hulu Tangani 114 Hektare Lahan Terbakar, Kondisi Titik Api Mulai Menurun

IST/BERITASAMPIT - Penganangan Karhutla di Mentaya Hulu.

SAMPIT – Satuan Tugas (Satgas) Pos Lapangan Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kekeringan Kecamatan Mentaya Hulu Kotawaringin Timur (Kotim) telah menangani sejumlah kejadian kebakaran lahan sejak awal Agustus 2026.

Hingga saat ini, total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 114 hektare, dengan sekitar 98 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Koordinator Lapangan Satgas Tanggap Bencana Pos Lapangan Kecamatan Mentaya Hulu, Teguh Adinegoro, mengatakan penanganan kebakaran dilakukan bersama unsur Pemerintah Kecamatan Mentaya Hulu, Polsek Mentaya Hulu, serta Koramil 1015-08 Mentaya Hulu.

“Sejak awal bulan Agustus, Satgas Pos Lapangan Siaga Bencana Karhutla dan kekeringan Kecamatan Mentaya Hulu telah menangani beberapa kejadian kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu,” ujar Teguh, Kamis 10 September mendatang 2026.

Menurutnya, lahan yang terbakar terdiri dari lahan perkebunan milik warga maupun lahan konsesi perusahaan. Sementara penyebab masing-masing kejadian masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Teguh menyampaikan, kondisi Karhutla di wilayah Mentaya Hulu saat ini mulai menunjukkan perkembangan positif. Jumlah titik api telah berkurang dan kondisi asap juga mulai menipis setelah sebelumnya sempat cukup tebal.

Beberapa wilayah yang sebelumnya melaporkan kejadian Karhutla antara lain Kelurahan Kuala Kuayan, Desa Tanjung Jariangau, Desa Bawan, Desa Tangar, dan Desa Kapuk.

“Untuk kondisi saat ini titik api sudah berkurang. Begitu juga kondisi asap sudah mulai lega setelah beberapa waktu yang lalu sempat sangat tebal, khususnya di beberapa wilayah yang melaporkan kejadian Karhutla,” jelasnya.

Dalam melakukan penanganan di lapangan, Satgas Pos Lapangan Mentaya Hulu mengandalkan peralatan yang tersedia serta dukungan dari perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah kejadian.

Saat ini, Satgas memiliki empat mesin pompa air, yakni dua unit bantuan dari BPBD Kabupaten Kotim dan BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, serta dua unit tambahan bantuan terbaru dari PT Mitra Agro Sawit Estate Bakung Mas.

Selain itu, Satgas juga memiliki enam roll selang air dan satu unit sprayer atau alat penyemprot air.

Sementara untuk kebutuhan tangki air dan kendaraan mobilisasi menuju lokasi kebakaran, Satgas masih mengandalkan pinjaman dari warga maupun instansi lain.

“Keterbatasan peralatan dan personel menjadi salah satu tantangan kami dalam penanganan Karhutla di lapangan,” kata Teguh.

Kondisi geografis Kecamatan Mentaya Hulu yang mayoritas berupa wilayah perbukitan serta dikelilingi kawasan konsesi perusahaan perkebunan kelapa sawit, pertambangan dan kehutanan membuat proses penanganan Karhutla memiliki tantangan tersendiri.

Dengan keterbatasan personel dan peralatan yang dimiliki Satgas Pos Lapangan Mentaya Hulu, dukungan dari perusahaan di sekitar lokasi kebakaran menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pemadaman.

Teguh mengapresiasi peran perusahaan-perusahaan sekitar yang selama ini aktif membantu penanganan Karhutla di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang mereka miliki.

“Selama ini pihak perusahaan sekitar selalu berperan aktif dalam penanganan Karhutla di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki,” ungkapnya.

Selain melakukan pemadaman, Satgas bersama pemerintah desa dan perusahaan di sekitar wilayah Mentaya Hulu juga terus melakukan upaya pencegahan agar kejadian Karhutla tidak semakin meluas.

Sosialisasi juga gencar dilakukan kepada warga, baik berupa tatap muka langsung maupun melalui spanduk yang di pasang di lahan warga maupun lahan konsesi perusahaan. (Nardi)


baca juga ...  Pengelola Wisata Susur Sungai Tuai Berkah di Liburan Idul Fitri
Bagikan:
Berita Populer