SAMPIT – Melihat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ditimbulkan semakin meluas bahkan sampai membakar kebun produktif warga, Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menginstruksikan camat, lurah, kepala desa, hingga ketua RT dan RW untuk mendata warga yang kehilangan sumber penghasilan akibat kebakaran. Data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam mengupayakan bantuan, baik melalui pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat.
“Kita inventarisir masyarakat kita yang memang penghidupannya dari kebun, ternyata kebunnya terbakar. Kita inventarisir lagi, kita data, nanti supaya mendapat bantuan dari pemerintah, apakah itu pusat, provinsi, maupun kabupaten,” jelasnya saat meninjau karhutla di Kecamatan Mentaya Hilir Utara yang menghanguskan kebun sawit dan karet warga, Sabtu 24 Oktober 2026.
Ia mengatakan, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipasi agar warga yang kehilangan penghasilan tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok. Salah satunya dengan meminta Sekretaris Daerah menyiapkan anggaran untuk pengadaan beras.
“Upaya kita minimal masyarakat kita ini tidak sampai tidak makan. Itu utamanya. Makanya kita minta Pak Sekda menyiapkan anggaran untuk membeli beras, itu persiapan kita untuk menjaga jangan sampai warga kita tidak makan,” tegasnya.
Halikinnor mengingatkan bahwa warga yang sebelumnya mampu memenuhi kebutuhan hidup dari hasil kebun berpotensi jatuh ke dalam kemiskinan apabila sumber penghasilannya musnah akibat karhutla.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat pemerintahan di tingkat kecamatan hingga lingkungan masyarakat segera melakukan pendataan agar warga terdampak dapat ditangani sesuai kebutuhan.
Selain penanganan kebakaran dan bantuan bagi korban, Halikinnor mengajak masyarakat turut menjaga lingkungan. Ia meminta camat, lurah, kepala desa, RT, RW, serta tokoh masyarakat, agama, dan adat terlibat aktif mencegah munculnya titik api baru.
“Jangan hanya menyalahkan, mari kita sama-sama kolaborasi, bersinergi, bekerja sama dalam menghadapi ini,” pungkasnya.
Ia berharap penanganan karhutla dapat berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap masyarakat yang kehilangan mata pencaharian, sehingga dampak kebakaran tidak semakin meluas dan membebani kehidupan warga. (nardi)











