KUALA PEMBUANG – Satuan Tugas Gabungan Kebakaran Hutan dan Lahan terus menggencarkan upaya pemadaman dan pendinginan di wilayah Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Jumat 23 Oktober 2026. Langkah cepat ini dilakukan menyusul ditemukannya sebaran titik panas di enam desa dengan total luasan area terbakar mencapai sekitar 5,5 hektare.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, titik api teridentifikasi di Desa Baung seluas 1 hektare, Desa Pematang Limau seluas 1,5 hektare, dan Desa Sungai Bakau seluas 0,5 hektare. Selain itu, kebakaran juga terdeteksi di Desa Tanjung Rangas seluas 1 hektare, Desa Bangun Harja seluas 1 hektare, serta Desa Pematang Panjang dengan luasan sekitar 0,5 hektare.
Dari total enam titik yang terdeteksi, tiga desa di antaranya memiliki indikator titik hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high. Sementara itu, tiga desa lainnya berada pada tingkat kepercayaan sedang atau medium, yang langsung dijadikan rujukan prioritas penanganan oleh tim di lapangan.
“Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama dan tindak lanjut yang cepat di lapangan. Pemadaman dan pendinginan dilakukan untuk mengendalikan kebakaran serta mencegah api meluas. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan, Agus Supriadi.
Di lokasi kejadian, personel gabungan Satgas Karhutla menyiram langsung area yang hangus terbakar serta menyasar titik-titik gambut yang berpotensi menyimpan bara panas. Upaya pendinginan tersebut difokuskan untuk menghentikan laju penjalaran api dan mengeliminasi risiko munculnya titik api susulan.
Agus Supriadi menegaskan bahwa respons cepat antar-instansi menjadi kunci utama dalam meredam dampak kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika titik panas muncul secara simultan di beberapa lokasi terpisah.
Operasi penanganan di enam desa tersebut kini menjadi bagian integral dari strategi menyeluruh pengendalian Karhutla di wilayah Kabupaten Seruyan. Pemantauan berkala dan koordinasi lintas instansi terus diperketat guna meminimalkan kerusakan lingkungan serta melindungi masyarakat setempat dari paparan kabut asap.
(ASY)











