SAMPIT – Krisis air bersih masih dirasakan sebagian warga di Kecamatan Baamang dan Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Untuk kebutuhan memasak dan minum, tidak sedikit warga yang terpaksa menggunakan air payau yang tidak layak konsumsi.
Melihat kondisi tersebut, Haji Marto Sampit (HMS) menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 12.000 liter setiap hari kepada warga yang membutuhkan.
Air bersih tersebut bersumber dari kawasan Bukit Lumut, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur. Menggunakan armada tangki, air kemudian didistribusikan secara bergilir ke sejumlah titik di Baamang dan Ketapang agar menjangkau lebih banyak warga.
“Kita bantu air bersih karena ini kebutuhan mendasar. Saya merasakan sendiri kalau memasak dengan air payau, ya tidak enak. Setidaknya kita bantu hal-hal kecil ini,” ungkap HMS, Minggu 1 November 2026
Menurut HMS, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia di setiap rumah tangga. Bagi sebagian orang terlihat sederhana, namun bagi warga yang kesulitan, bantuan ini sangat berarti.
“Bagi sebagian orang mungkin air bersih terlihat sederhana, tetapi bagi warga yang kesulitan mendapatkannya, bantuan ini tentu sangat berarti. Kami tidak ingin melihat masyarakat terus kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti air untuk memasak dan minum. Selama masih bisa membantu, kami akan berusaha hadir,” ujarnya.
Penyaluran tidak dipusatkan di satu titik. Setiap hari tim HMS berpindah lokasi, mendatangi pemukiman warga yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air layak konsumsi.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban rumah tangga, terutama untuk kebutuhan memasak, minum, dan kebutuhan harian lainnya.
” membantu masyarakat tidak harus selalu melalui hal besar. Memenuhi kebutuhan dasar warga yang sedang kesulitan pun menjadi bentuk kepedulian yang berarti,” pungkasnya.(BS-1)











