Halikinnor Minta SPPG Utamakan Bahan Baku Lokal, Jangan Bergantung Pasokan dari Jawa

IST/BERITASAMPIT - Pemkab Kotim saat menggelar rapat koordinasi Satgas MBG.

SAMPIT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diharapkan tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah. Untuk itu, kebutuhan bahan baku setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta mengutamakan hasil produksi lokal selama ketersediaannya mencukupi.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, program MBG memiliki potensi besar dalam menciptakan perputaran ekonomi karena kebutuhan bahan pangan untuk menyediakan makanan setiap hari cukup tinggi.

Ia meminta pengelola SPPG tidak langsung mendatangkan bahan baku dari luar daerah, khususnya Pulau Jawa, apabila komoditas yang dibutuhkan sebenarnya tersedia dan bisa diproduksi di Kotim.

“Kalau masih bisa diproduksi, contohnya kebutuhan bahan bakunya ada dan bisa diproduksi di Sampit ini, jangan mengambil dari Jawa. Jangan membeli dari luar kalau di daerah sendiri tersedia,” ujarnya Rabu 4 November 2026.

Menurutnya, tujuan program MBG tidak sebatas meningkatkan kualitas gizi anak sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Halikinnor menyebutkan, kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut mencapai sekitar 15.000 porsi lebih setiap hari. Jumlah itu tentu membutuhkan pasokan berbagai komoditas dalam jumlah besar, mulai dari ayam, telur, sayuran hingga beras.

Besarnya kebutuhan tersebut dinilai menjadi peluang bagi petani, peternak, serta pelaku usaha pangan lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan aktivitas produksi.

Karena itu, ia berharap keterlibatan pelaku usaha daerah dalam rantai pasok MBG dapat terus ditingkatkan.

Dengan memanfaatkan hasil produksi setempat, perputaran uang dari program tersebut diharapkan turut dirasakan masyarakat dan pelaku ekonomi di Kotim.

Pemkab Kotim pun mendorong agar pelaksanaan MBG berjalan beriringan dengan pemberdayaan potensi daerah, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. (Nardi)

baca juga ...  Keluhan Harga Sawit Turun Drastis, Wakil Bupati Kotim Akan Sampaikan Aspirasi ke Gubernur Kalteng
Bagikan:
Berita Populer