PALANGKA RAYA – Serda Heri, korban kecelakaan helikopter Mi-17V5 milik Penerbad di perairan Desa Sungai Perlu, Seruyan, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Jumat, 6 November 2026.
Kapendam XXII/Tambun Bungai, Kolonel Arh Dodo Sahata Simanulang, mengatakan Serda Heri ditemukan sekitar pukul 09.17 WIB setelah tim gabungan melakukan pencarian dan evakuasi.
“Serda Heri sudah ditemukan. Saat ini masih dalam perjalanan menuju Pelabuhan Sigintung untuk dibawa ke RSUD Kuala Pembuang untuk diobservasi lebih lanjut,” kata Dodo dalam keterangan tertulis, Jumat siang.
Ia menjelaskan, tim penyelamat terlebih dahulu membalikkan badan helikopter di dasar laut dengan bantuan tugboat yang menarik badan helikopter tersebut.
“Untuk membalikkan badan helikopter, tim gabungan menggunakan tugboat yang menarik badan heli, sehingga proses evakuasi dapat dilaksanakan dengan aman,” jelasnya.
Setelah badan helikopter berhasil dibalikkan, tim penyelam mengevakuasi Serda Heri dari dalam helikopter.
“Tim rescue berhasil membalikkan badan helikopter yang berada di dasar laut, kemudian tim penyelam mengevakuasi korban dari dalam helikopter,” ungkap Dodo.
Ia mengatakan, proses evakuasi tidak mudah karena kondisi perairan cukup menyulitkan tim gabungan.
“Arus laut cukup kuat, kondisi air keruh, berlumpur, dan gelap, serta masih terdapat tumpahan minyak di sekitar lokasi,” paparnya.
Meski menghadapi sejumlah kendala, tim gabungan berhasil mengevakuasi Serda Heri dan membawanya ke Pelabuhan Sigintung sebelum menuju RSUD Kuala Pembuang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelumnya, dua personel TNI lainnya yang gugur dalam kecelakaan tersebut adalah Mayor Cpn Dudi dan Lettu Cpn Hafiz. Jenazah keduanya telah dievakuasi ke Semarang dan Bandung.
Sementara itu, lima personel yang selamat, yakni Kapten Cpn Febri, Letda Cpn Frjiz, Pratu Gilang, Serka Kadia, dan Kapten Suganda, telah dievakuasi ke Banjarmasin menggunakan helikopter Penerbad.
(Sya’ban)











