SAMPIT – Menipisnya kabut asap dan mulai turunnya hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membawa perubahan terhadap aktivitas pendidikan. Kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya dibatasi melalui pembelajaran dari rumah atau daring, kini secara bertahap mulai kembali dilaksanakan secara tatap muka di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kotim Yolanda Lonita Fenisia mengatakan, sejumlah satuan pendidikan sudah mulai kembali melaksanakan pembelajaran di sekolah, meski masih menerapkan sejumlah penyesuaian terkait jam belajar.
“Sebagian sudah mulai masuk sekolah pukul 07.00 WIB, tetapi untuk jam pulangnya masih dipercepat, yakni pukul 12.30 WIB,” ujarnya, Jumat 6 November 2026.
Dia menjelaskan, beberapa sekolah telah kembali mengaktifkan pembelajaran tatap muka Kamis lalu setelah kondisi cuaca mulai membaik pascahujan. Sementara sebagian besar sekolah lainnya mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara langsung pada Senin.
Meski demikian, penerapan pembelajaran belum sepenuhnya kembali seperti kondisi normal. Sekolah masih diminta memperhatikan perkembangan kondisi lingkungan, terutama kualitas udara dan potensi kabut asap yang dapat kembali mengganggu aktivitas pendidikan.
Yolanda menyebutkan, apabila kondisi kembali memburuk, satuan pendidikan diminta mengacu pada surat edaran kepala daerah yang sebelumnya telah diterbitkan sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran selama kondisi kabut asap.
Dinas Pendidikan Kotim juga tengah mempersiapkan penyesuaian draf surat edaran terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Penyusunannya mengacu pada surat edaran dari kementerian, pemerintah provinsi, serta kebijakan kepala daerah setempat.
Aturan tersebut nantinya akan disampaikan kepada seluruh satuan pendidikan sebagai panduan dalam menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi terkini.
Selain pengaturan jam masuk dan pulang sekolah, pembatasan juga mencakup sistem pembelajaran serta aktivitas peserta didik di luar ruangan. Kegiatan luar kelas untuk sementara tetap dibatasi guna mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan siswa. (nardi)











