PALANGKA RAYA – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap satu korban tenggelam di Sungai Kahayan, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, resmi ditutup setelah korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada hari kedua operasi, Minggu, 8 November 2026.
Korban diketahui berinisial ADN (11), warga Jalan Katingan, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Sebelumnya, korban dilaporkan tenggelam pada Sabtu, 7 November 2026 sekitar pukul 14.00 WIB saat berenang bersama temannya dan terseret arus sungai.
Memasuki hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian sejak pagi hari menggunakan metode penyisiran dan penyelaman di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP).
“Pada pukul 16:30 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar ±50 meter dari lokasi awal kejadian,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana.
Selanjutnya, korban dievakuasi ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
AA Ketut Alit Supartana juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.
“Operasi SAR telah kami laksanakan secara maksimal bersama seluruh unsur yang terlibat. Korban berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian dalam kondisi meninggal dunia. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ungkap Alit.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan, khususnya di sungai yang memiliki arus cukup deras.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di sungai,” tambahnya.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Palangka Raya, Polairud Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, BPBD, relawan gabungan, dan masyarakat setempat.
(Syauqi)










