Nelayan di Sampit Banyak tak Melaut, Ini Alasannya

Editor: Akhiruddin

SAMPIT – Selama musim paceklik sejak Pebruari 2019 hingga sekarang tidak semua nelayan tangkap berani melaut. Penyebabnya adalah gelombang tinggi dan hanya bisa menggunakan kapal berkapasitas minimal 5-GT.

Ketua Nelayan Jaya I Palingkau, Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten (Kotim), Provinsi (Kalteng), Anang Salam mengatakan, sejak masa paceklik para nelayan tangkap malas melaut.

“Saat ini gelombang tinggi karena sudah masuk pancaroba. Jadi, hanya kapal nelayan tangkap tertentu saja yang berani melaut menangkap ikan di laut ujung pandaran,” ujarnya ketika ditemui wartawan beritasampit.co.id dikediamannya di kampung nelayan, Minggu (30/3/2019).

Armada nelayan yang ada di kampung nelayan Palingkau, lanjut Anang, hanya ada satu yang mampu melaut hingga mencapai 30 mil yakni, kapal berkapasitas 5-GT. “Hanya kapal nelayan tertentu saja yang bisa sampai 30 mil. Dan itu hanya ada satu kapal saja ditempat kami,” tegas Anang.

Hingga beberapa hari ke depan, tambahnya, nelayan yang punya kapal kecil berkapasitas 2-GT sampai 3-GT banyak tidak berani melaut dan menganggur. “Selama masa paceklik ini masih ada penghasilan yang bisa diharapkan yakni, budidaya ikan kolam,” pungkasnya. (arifin/beritasampit.co.id)

baca juga ...  Ratusan Warga Terjaring Razia e-KTP
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!