Editor : Maulana Kawit
SAMPIT – Aksi Balapan Liar (Bali) yang akhir – akhir ini terjadi di taman kota sampit, Kabupaten Kotawaringi Timur (Kotim) mengundang reaksi.
Seperti yang diungkap Ibrahim Ketua Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Habaring Hurung Sampit.
Ibrahim menyesalkan hal itu terjadi di Sampit. Apa lagi, tempat yang di pakai oleh pembalap liar itu adalah kawasan taman kota Sampit.
“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa taman kota sampit adalah salah satu objek wisata yang ada di Kotim. Apa lagi, jika subuh hingga pagi hari waktu tersebut di pakai masyarakat untuk olahraga. Selain itu juga jalan seperti S. Parman, Yos Sudarso dan D.I Panjaitan merupakan lintasan bagi pengguna jalan dari berbagai penjuru kota,” ungkap Ibrahim, Senin (6/5/2019).
Aksi Bali kembali terjadi hari ini (6/2/2019) sekitar pukul 04:00 WIB subuh dini hari. Sebelumnya pada sabtu (5/5/2019) malam, hal serupa juga terjadi. Aparat kepolisian yang menerima informasi tersebut bergegas ke lokasi sehingga gerombolan pembalap liar dan penonton kocar kacir kabur.
“Ini harus segera ditangani secara kolektif oleh pihak terkait. Cepat atau lambat sebelum ada nyawa melayang akibat pelanggaran lalu lintas itu. Saat ini kan lokasi taman kota dijadikan pasar ramadan, otomatis jika subuh aktivitas di sana meningkat dari sebelumnya,” kata Ibrahim
(jmy/beritasampit.co.id)












