Editor : Maulana Kawit
JAKARTA – Caleg petahana yang diusung PDI Perjuangan, Henry Yosodiningrat gagal mempertahankan kursinya di parlemen senayan sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.
“Ternyata Allah SWT tidak mengizinkan saya kembali ke senayan, kenyataan itu saya terima dengan ikhlas atas kehendakNya,” ujar Henry saat dihubungi reporter beritasampit.co.id di Jakarta, Rabu, (8/5/2019).
Henry maju mencalonkan diri kembali sebagai wakil rakyat di daerah pemilihan Lampung 2 yang meliputi Kota Kabupaten Lampung Timur, Tulang Bawang, Mesuji, Way Kanan, dan Lampung Utara.
Ada 139 calon legislatif dari semua parpol memperebutkan 10 kursi di wilayah ujung selatan pulau Sumatera itu. Hendry sendiri berada di nomor urut ke-7 surat suara PDI-P, setelah sebelumnya nomor urut 1 pada pileg 2014-2019 lalu. Posisinya itu ditempati oleh Wakil Ketua DPD PDIP Lampung Bambang Suryadi.
“Sebagai kader dan petugas partai, saya siap menerima dan melaksanakan apapun perintah serta penugasan dari partai kepada saya,” ungkap Henry.
Walaupun Megawati Soekarnoputri menempatkan posisi Hendry yang terdampar urutan 7 itu, namun bagi Ketua Umum Gerakan Anti Narkotika (Granat) menilai urutan tersebut tidak membuat surut perjuangannya kepada Bangsa dan Negara.
“Keyakinan saya sesuai firmannya ‘Aku tutup pintu yang satu, tapi aku bukakan pintu-pintu yang lain'. Mari kita tetap semangat dan kerja untuk mewujudkan Indonesia Hebat,” pungkas Henry Yosodiningrat.
Henry pada masa Bhakti 2014-2019 duduk sebagai anggota Komisi II DPR RI yang membidangi pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, aparatur negara, dan agraria.
(dis/beritasampit.co.id)












