PALANGKA RAYA-Di Provinsi Kalimantan Tengah terdapat tiga kota yang langganan meraih Piala Adipura yakni Kota Palangka Raya, Sampit Ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur dan Pangkalan Bun, Ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat.
Namun untuk periode tahun 2017-2018, Kota Palangka Raya yang digadang-gadang sebagai calon Ibukota Negara RI tersebut nampaknya gagal. Bahkan Sertifikat Adipura dan Plakat Adipura pun tak dapat diraih, apalagi meraih penghargaan tertinggi Adipura Kencana.
Seperti diketahui, Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Gagalnya Kota Palangka Raya meraih semua kategori Adipura, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin berjanji akan mengevaluasi menyeluruh.
“Tentunya hasil ini akan kita lakukan evaluasi dan hasil penilaiannya pun akan dijadikan bahan perbaikan di masa mendatang,” kata Fairid di Palangka Raya, Rabu (16/1/2019).
Menurut Walikota Palangka Raya yang terpilih pada Pilkada serentak 2018 ini visi dan misi yang dijabarkan melalui program kerja satuan kerja perangkat daerah baru bisa di laksanakan mulai tahun anggaran 2019.
“Secara bertahap akan kita lakukan perbaikan hingga nantinya kita bisa meraih adipura. Apalagi salah satu dari sembilan program unggulan kami juga terkait penanganan kebersihan,” kata Fairid.

Dalam kesempatan itu, Fairid mengajak masyarakat Kota Palangka Raya agar berpartisipasi aktif menyukseskan program pemerintah kota salah satunya terkait penggelolaan sampah.
Dia menambahkan, kegagalan meraih adipura karena banyak faktor. Tidak bisa hanya menyalahkan salah satu pihak.
“Banyaknya sampah juga ada andil dari masyarakat. Namun pengelolaannya berada di pemerintah. Untuk itu perlu komitmen dan keterlibatan semua pihak dalam pengeloaan sampah dan kebersihan,” tukas Fairid secara berharap.
(gra/beritasampit.co.id)












